Senin, 06 Mei 2013

Pengendalian Sosial

Pengertian pengendalian sosial : upaya yang dilakukan agar anggota masyarakat mentaati norma yang berlaku. Fungsi pengendalian sosial : 1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial. 2. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma. 3. Mengembangkan rasa takut untuk tidak melakukan perbuatan yang dinilai mengandung resiko. 4. Menciptakan sistem hukum (aturan yang disusun secara resmi dan disertai aturan tentang ganjaran atau sanksi). Tujuan pengendalian sosial : 1. Agar masyarakat mematuhi nilai dan norma sosial yang berlaku. 2. Agar tercipta keserasian dan kenyamanan dalam masyarakat. 3. Agar pelaku penyimpangan kembali mematuhi norma yang berlaku. Sifat pengendalian sosial : 1. Preventif (pencegahan) Contoh : - Guru memberitahukan kepada siswa agar besok membawa buku sosiologi - Pemuka agama mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan tindakan anarkis. 2. Represif (pemulihan) Cara pengendalian sosial : 1. Persuasif (dengan ajakan atau bimbingan) Contoh : Guru menegur siswa yang mencontek. (Cara pengendalian : dengan menegur) 2. Koersif (dengan kekerasan) Contoh : Polisi membubarkan demonstrasi mahasiswa dengan gas air mata. (Cara pengendalian : dengan gas air mata) Jenis-jenis lembaga pengendalian sosial : 1. Polisi 2. Pengadilan 3. Tokoh Adat 4. Tokoh agama 5. Tokoh masyarakat a. Formal : presiden, gubernur b. Informal : tokoh agama, tokoh adat Contoh : pertengkaran antarwarga diatasi oleh tokoh masyarakat. Bentuk pengendalian sosial : 1.Mengejek/cemoohan 2. Menyindir 3. Teguran 4. Pendidikan 5. Desas-desus (gosip) : kabar angin, berita yang belum tentu kebenarannya

Bentuk-bentuk Penyimpangan Sosial

a. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan sosial yang bersifat temporer atau sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang. Ciri-ciri: Bersifat sementara. Gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang. Masyarakat masih mentolerir/menerima. Contoh penyimpangan primer adalah siswa tidak mengenakan seragam lengkap saat upacara, siswa tidak mengerjakan tugas,dan sebagainya. b. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakukan secara khas memerlihatkan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang, karena sering melakukan tindakan yang meresahkan orang lain. Adapun ciri-ciri penyimpangan sekunder adalah: Gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang. Masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku tersebut. Contoh penyimpangan sekunder adalah semua bentuk tindakan kriminalitas, seperti curanmor, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. c. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok merupakan penyimpangan yang dilakukan secara kolektif dengan cara melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma masyarakat yang berlaku. Misalnya komplotan perampok. d. Penyimpangan individu: Penyimpangan individu merupakan bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang dengan melakukan tindakantindakan yang tidak sesuai norma-norma yang telah mapan dan nyata-nyata menolak norma tersebut. Misalnya pencurian yang dilakukan seorang diri. Sifat-Sifat Penyimpangan a. Penyimpangan positif Penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif. Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan meskipun cara yang dilakukan nampak menyimpang dari norma yang berlaku. Misalnya seorang ibu terpaksa menjadi penarik becak demi menghidupi keluarganya. b. Penyimpangan negatif Penyimpangan yang cenderung bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Misalnya tindakan kejahatan/kriminal. Faktor-faktor yang Memengaruhi Terbentuknya Perilaku Menyimpang Keluarga yang broken home Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji Proses belajar yang menyimpang Dorongan kebutuhan ekonomi Pengaruh lingkungan dan media massa Ketidaksanggupan menyerap norma budaya Adanya ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Akibat kegagalan dalam proses sosialisasi Sikap mental yang tidak sehat Teori-teori Penyimpangan Sosial a. Teori differential association, oleh Edwin H. Sutherland E. H. Sutherland mengemukakan bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda b. Teori Labelling (pemberian julukan), oleh Edwin M. Lemert E. M. Lemert mengemukakan bahwa seseorang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi masyarakat kemudian menjuluki sebagai pelaku menyimpang, sehingga pelaku meneruskan perilaku menyimpangnya dengan alasan kepalang basah. c. Teori Fungsi, oleh Emile Durkheim Emile Durkheim mengemukakan bahwa tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Ia menegaskan bahwa kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun akan selalu ada. Menurut Emile Durkheim kejahatan diperlukan agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal. d. Teori Merton, oleh Robert K. Merton R. K. Merton mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. 5 (lima) tipe adaptasi yang termasuk penyimpangan sosial Inovasi, yaitu perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat Ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat. Pengunduran/pengasingan diri (retreatisme), yaitu meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial. Pemberontakan (rebellion), yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru. Konformitas, yaitu perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut. Media Pembentukan Perilaku Menyimpang Keluarga Kelompok bermain Media massa Lingkungan tempat tinggal UPAYA PENCEGAHAN PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga Melalui keluargalah kepribadian seseorang terbentuk. Keluarga sebagai peletak dasar terbentuknya kepribadian seseorang sangat berperan besar dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi usaha pencegahan terhadap segala bentuk perilaku menyimpang. Adapun bentuk-bentuk upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga antara lain: Melalui penanaman nilai-nilai dan norma agama Menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga Keteladanan orang tua 2. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Melalui pertemuan dalam lingkup RT para warga saling mengungkapkan perlunya menjaga keteraturan sosial dan melakukan peringatan jika ada hal-hal yang dianggap menyimpang Menciptakan suasana yang kondusif bagi terbentuknya keteraturan sosial. Memasang peringatan atau ajakan agar warga selalu tetap menjaga keteraturan sosial, Peran serta media massa untuk menyiarkan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat dan hal-hal yang seharusnya dihindari Peran serta kaum pemuka agama untuk menanamkan kesadaran kepada para pengikutnya agar menjalankan ajaran sesuai dengan nilai dan norma agama dalam kehidupan sehari-hari. Peran serta sekolah sebagai institusi pendidikan untuk menerapkan tata tertib dilengkapi sanksi dan tindakan tegas bagi siswa yang melanggarnya.

(Merupakan bagian dari materi sosiologi tentang Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian)

Tahap-tahap perkembangan kepribadian setiap individu tidak dapat disamakan satu dengan yang lainnya. Tetapi secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Fase Pertama Fase pertama dimulai sejak anak berusia satu sampai dua tahun, ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini, kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting, yaitu sebagai berikut: Bagian yang pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut dengan attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Unsur-unsur itu adalah struktur dasar kepribadian (basic personality structure) dan capital personality. Kedua unsur ini merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orangtuanya. Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-anggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. 2. Fase Kedua Fase ini merupakan fase yang sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Fase ini diawali dari usia dua sampai tiga tahun. Fase ini merupakan fase perkembangan di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Fase ini berlangsung relatif panjang hingga anak menjelang masa kedewasaannya sampai kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini. Dorongan-dorongan (drives). Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drives ini dibedakan atas kehendak dan nafsu-nafsu. Kehendak merupakan dorongan-dorongan yang bersifat kultural, artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang. Sedang nafsu-nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis, misalnya nafsu makan, seksual, amarah, dan yang lainnya.’ Naluri (instinct). Naluri adalah suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup. Misalnya seorang ibu mempunyai naluri yang kuat untuk mempunyai anak, mengasuh, dan membesarkan hingga dewasa. Naluri ini dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar terlebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup. Getaran hati (emosi). Emosi atau getaran hati adalah sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia, seperti senang, sedih, indah, serasi, dan yang lainnya. Perangai. Perangai adalah perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat, dan diidentifikasi oleh orang lain. Intelegensi (IQ). Intelegensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Sesuatu yang termasuk dalam intelegensi adalah IQ, memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh seseorang selama melakukan sosialisasi. Bakat (talent). Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik, dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam pengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. 3. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan fase terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga terjadi perkembangan yang relatif tetap, yaitu dengan terbentuknya perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian, yaitu sebagai berikut: Kepribadian normatif (normative man). Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang ideal, di mana seseorang mempunyai prinsip-prinsip yang kuat untuk menerapkan nilai-nilai sentral yang ada dalam dirinya sebagai hasil sosialisasi pada masa sebelumnya. Seseorang memiliki kepribadian normatif apabila terjadi proses sosialisasi antara perlakuan terhadap dirinya dan perlakuan terhadap orang lain sesuai dengan tata nilai yang ada di dalam masyarakat. Tipe ini ditandai dengan kemampuan menyesuaikan diri yang sangat tinggi dan dapat menampung banyak aspirasi dari orang lain. Kepribadian otoriter (otoriter man). Tipe ini terbentuk melalui proses sosialisasi individu yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri daripada orang lain. Situasi ini sering terjadi pada anak tunggal, anak yang sejak kecil mendapat dukungan dan perlindungan yang lebih dari lingkungan orang-orang di sekitarnya, serta anak yang sejak kecil memimpin kelompoknya. Kepribadian perbatasan (marginal man). Kepribadian ini merupakan tipe kepribadian yang relatif labil di mana ciri khas dari prinsip-prinsip dan perilakunya sering kali mengalami perubahan-perubahan, sehingga seolah-olah seseorang mempunyai lebih dari satu corak kepribadian. Seseorang dikatakan memiliki kepribadian perbatasan apabila orang ini memiliki dualisme budaya, misalnya karena proses perkawinan atau karena situasi tertentu hingga mereka harus mengabdi pada dua struktur budaya masyarakat yang berbeda.

Konsumsi dan Tabungan

A. KONSUMSI 1. Pengertian konsumsi Kegiatan konsumsi adalah pembelajaaan barang dan jasa yang dipakai langsung untuk memuaskan keinginan konsumen. 2. Fungsi konsumsi Fungsi konsumsi menunjukkan hubungan antara konsumsi dan semua faktor yang menunjukkan hubungan antara konsumsi dan semua faktor yang menentukan besarnya konsumsi. 3. Kecenderungan Mengonsumsi (Propensity to Consume) Kecenderungan mengonsumsi Marginal (MPC) adalah perbandingan antara pertambahan konsumsi yang dilakukan dengan pertambahan pendapatan disposible , sedangkan kecenderungan mengonsumsi rata-rata (APC) adalah perbandingan antara tingkat konsumsi (C) dengan tingkat pendapatan disposible Propensity to Consume dapat ditulis dalam bentuk rumus sebagai berikut: = = 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Selain pendapatan ada beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya konsumsi masyarakat. Faktor-faktor tersebut adalah: a. Selera b. Faktor sosial ekonomi c. Kekayaan d. Tingkat bunga e. Tingkat harga B. TABUNGAN 1. Pengertian Tabungan 5. Kecenderungan Menabung (Propensity to Save) 6. Menggambarkan Grafik Fungsi Tabungan dan Fungsi Konsumsi 7. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi dan tabungan 1) Kekayaan yang telah terkumpul 2) Sikap hemat 3) Suku bunga 4) Kondisi perekonomian 5) Program dana pensiun hari tua 8. Fungsi konsumsi dan tabungan secara matematis Fungsi Konsumsi C= +b Dimana: a : konstanta yang menunjukkan tingkat konsumsi pada saat disposible income=o atau bisa disebut autonomous consumption b : konstanta yang menunjukkan MPC C : tingkat konsumsi Y : tingkat disposable income Fungsi Tabungan S=-a + (1-b) Dimana: -a : konstanta yang menunjukkan tingkat konsumsi pada saat disposible income=o atau bisa disebut autonomous consumption b : konstanta yang menunjukkan MPC Y : tingkat disposable income S : tingkat tabungan

Indeks harga konsumen

Indeks harga konsumen (bahasa Inggris: consumer price index) adalah nomor indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga (household). IHK sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi suatu negara dan juga sebagai pertimbangan untuk penyesuaian gaji, upah, uang pensiun, dan kontrak lainnya. Untuk memperkirakan nilai IHK pada masa depan, ekonom menggunakan indeks harga produsen, yaitu harga rata-rata bahan mentah yang dibutuhkan produsen untuk membuat produknya. Untuk mengukur tingkat harga secara makro, biasanya menggunakan pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Indeks (CPI). Indeks Harga Konsumen (IHK) dapat diartikan sebagai indeks harga dari biaya sekumpulan barang konsumsi yang masing-masing diberi bobot menurut proporsi belanja masyarakat untuk komoditi yang bersangkutan. IHK mengukur harga sekumpulan barang tertentu (sepertti bahan makanan pokok, sandang, perumahan, dan aneka barang dan jasa) yang dibeli konsumen. Indeks harga Konsumen (IHK) merupakan persentase yang digunakan untuk menganalisis tingkat/ laju inflasi. IHK juga merupakan indikator yang digunakan pemerintah untuk mengukur inflasi di Indonesia. Di Indonesia badan yang bertugas untuk menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) adalah Badan Pusat Statistik (BPS). Penghitungan IHK dimulai dengan mengumpulkan harga dari ribuan barang dan jasa. Jika PDB mengubah jumlah berbagai barang dan jasa menjadi sebuah angka tunggal yang mengukur nilai produksi, IHK mengubah berbagai harga barang dan jasa menjadi sebuah indeks tunggal yang mengukur sseluruh tingkat harga. Badan Pusat Statistik menimbang jenis-jenis produk berbeda dengan menghitung harga sekelompok barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen tertentu. IHK adalah harga sekelolmpok barang dan jasa relatif terhadap harga sekelompok barang dan jasa yang sama pada tahun dasar. IHK adalah indeks yang sering dipakai namun bukanlah satu-satunya indeks yang dipakai untuk mengukur laju inflasi. Masih ada indeks yang dapat digunakan yakni indeks Harga Produsen (IHP), yang mengukur harga sekelompok barang yang dibeli perusahaan (produsen bukannya konsumen). Adapun rumus untuk menghitung IHK adalah: IHK = (Pn/Po)x100 Di mana, Pn = Harga sekarang Po = Harga pada tahun dasar Contoh: Harga untuk jenis barang tertentu pada tahun 2005 Rp10.000,00 per unit, sedangkan harga pada tahun dasar Rp8.000,00 per unit maka indeks harga pada tahun 2005 dapat dihitung sebagai berikut. IHK = (Rp 10.000 / Rp 8.000) x 100 = 125 Ini berarti pada tahun 2005 telah terjadi kenaikan IHK sebesar 25% dari harga dasar yaitu 125-100 (sebagai tahun dasar). Sedangkan untuk menghitung tingkat inflasi digunakan rumus sebagai berikut. Inflasi = {(IHKn - IHKo)/IHKo}x 100% Dimana, IHKn = Indeks Harga Konsumen periode ini IHKo = Indeks Harga Konsumen periode lalu Contoh: Pada guntingan berita di atas Kepala BPS Choiril Maksum mengemukakan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Oktober 2005 mencatat inflasi 28,57. Terjadi kenaikan indeks dari 127,91 pada September 2005 menjadi 164,45% pada bulan Oktober 2005. Dikatakan pada berita tersebut terjadi inflasi sebesar 28,57% dari bulan September 2005 sampai Oktober 2005. Bagaimana kita menghitung angka 28,57%? Inflasi = {(164,45% - 127,91%)/127,91%}x 100% = 28,57 % Jadi jelas bahwa angka 28,57 % tersebut dihitung dengan rumus di atas. Ingat : Inflasi selalu dinyatakan dengan % tetapi indeks tidak dinyatakan dengan %.

Konsep Pendapatan Nasional dan Metode Penghitungan Pendapatan Nasional

Mesin-mesin, upah, dan gaji merupakan komponen pendapatan nasional. Nah,pada bab ini kamu akan mempelajari penghitungan pendapatan nasional yang di dalamnya akan diperkenalkan konsep Pendapatan Domestik Bruto (PDB), Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), Pendapatan Nasional Bruto (PNB), dan Pendapatan Nasional (PN) yang bertujuan agar kamu mengetahui struktur perekonomian suatu negara, sekaligus kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Selain itu kamu juga diberikan pembahasan tentang upaya membandingkan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dan pendapatan per kapita antarnegara. Sementara itu, dari pembahasan tentang indeks harga diharapkan dapat digunakan untuk mengetahui kenaikan harga (inflasi) serta upaya untuk mengatasinya. Jika faktor-faktor yang memengaruhi tersebut menunjukkan posisi yang sangat menguntungkan atau positif, maka tingkat keberhasilan atau tingkat kemajuan ekonomi suatu negara akan mudah tercapai. Dari berbagai tolok ukur tersebut, yang menjadi pokok bahasan kali ini adalah pendapatan nasional (national income) atau produksi nasional (national product). Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh masyarakat/ pemilik faktor produksi suatu negara selama kurun waktu tertentu (biasanya digunakan ukuran waktu 1 tahun). Bila kita lihat kembali pada materi pokok tentang arus lingkaran kegiatan ekonomi, rumah tangga konsumsi menyerahkan jasa faktor produksi kepada perusahaan dan mereka akan menerima pendapatan berupa sewa sebagai balas jasa tanah, upah dan gaji sebagai balas jasa tenaga, bunga sebagai balas jasa modal, dan laba usaha atau keuntungan sebagai balas jasa pengusaha. Jadi semua pendapatan sebagai balas jasa atas penyerahan faktor produksi disebut pendapatan nasional. Metode Penghitungan Pendapatan Nasional Pendapatan nasional dapat dihitung sesuai data yang terkumpul dari fakta yang ada di masyarakat. Penghitungan pendapatan nasional harus dilakukan secara cermat dan akurat karena sangat penting artinya bagi masyarakat. Ada tiga pendekatan dalam menghitung pendapatan nasional, yaitu pendekatan produksi, pendapatan, dan pengeluaran. Marilah kita membahas masing-masing pendekatan tersebut lebih mendalam. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Produksi (Product Approach) Dengan pendekatan produksi, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data tentang hasil akhir barang-barang dan jasa-jasa untuk suatu periode tertentu dari semua unit produksi yang menghasilkan barangbarang dan jasa-jasa tersebut. Jadi pendapatan nasional menurut pendekatan produksi adalah jumlah nilai tambah semua barang dan jasa selama satu tahun. Barang dan jasa yang dimaksud adalah barang terakhir (final goods) atau barang jadi (finished goods), artinya barang yang langsung dapat diterima konsumen. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pendapatan (Income Approach) Ditinjau dari pendekatan pendapatan, penghitungan pendapatan nasional dilakukan dengan cara mengumpulkan data pendapatan yang diperoleh oleh rumah tangga keluarga. Atau dengan cara menjumlahkan pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi dalam suatu masyarakat selama satu tahun. Pendapatan ini berupa sewa, upah dan gaji, bunga, dan laba usaha. Pendapatan Nasional dari Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) Ditinjau dari pendekatan pengeluaran, penghitungan pendapatan nasional dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh masyarakat dalam perekonomian, sektor konsumen, perusahaan (investasi), pemerintah dan sektor perdagangan luar negeri. Atau dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran/belanja masyarakat dalam kurun waktu satu tahun.

Pendapatan Nasional

Pendapatan nasional yaitu: - Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) ang dihitung berdasarkan nilai pasar - Jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi karena penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa dalam satu periode tertentu (satu tahun) - Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu: Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang. Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product yaitu Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung) PNB = PDB + PFPN Jika PDB lebih besar dari PNB maka penanaman modal asing (PMA) lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Negara-negara berkembang biasanya PDB lebih besar dari PNB PFPN (Pendapatan Faktor Produksi Neto), yaitu Selisih antara Pendapatan Faktor Produksi Neto dari Luar Negeri dikurangi Pembayaran Faktor Produksi Neto ke Luar Negeri Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP) yaitu Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan penggantian barang modal (replacement) PNN = PNB – (Penyusutan + Pengantian Barang Modal) Pendapatan Nasional Neto (PNN) atau Pendapatan Nasional (PN) atau Net National Income (NNI) yaitu Jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam kurun waktu satu tahun setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax) Contoh pajak tidak langsung: pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) PN = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI) yaitu Jumlah seluruh penerimaan masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseroan dan ditambah transfer payment. PI = PN – (Pajak perseroan + Laba ditahan + Iuran) + Transfer payment Pendapatan disposibel atau Disposible Income (DI) yaitu Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan, penerimaannya setelah dikurangi pajak lansung DI = PI – Pajak langsung Metode Penghitungan Pendapatan Nasional 1. Pendekatan Pendatan (Income Approach) Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada kurun waktu satu tahun. Bentuk balas jasa dari faktor produksi : Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w) Tanah – sewa atau rent (r) Modal – bunga atau interest (i) Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p) NI = w + r + i + p 2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach) Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun. Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi : - Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan saat ini (C) - Pengeluaran pemerintah untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, perbaikan jalan, pembelian senjata, dll (G) - Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa pembelian alat-alat produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan irigasi, dll (I) - Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M) PDB = C + G + I + ( X – M) 3. Pendekatan Produksi (Production Approach) Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun. Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu NI = estraktif + agraris + industri + niaga + jasa NI = E + A + I + N + J Contoh menghitung pendatan nasional Jenis produksi Nilai input Nilai output Nilai tambah Kapas Benang Kain Kemeja 0 5.000 7.500 12.500 5.000 7.500 12.500 20.000 5.000 2.500 5.000 7.500 45.000 20.000 Berdasar data di atas maka besarnya sumbangan empat jenis barang untuk pendapatan nasional sebesar Rp 20.000 (nilai tambah) bukan Rp 45.000 (nilai output) Manfaat dan Tujuan Mempelajari Pendapatan Nasional Manfaat mempelajari penghitungan pendapatan nasional: 1. sumber informasi bagi pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan yang telah diambil 2. menggambarkan jenis perkonomian dan strukturnya 3. membandingkan perekonomian antar negara/antar daerah 4. memperkirakan perubahan pendapatan riil 5. membandingkan perekonomian antar negara 6. membandingkan tingkat kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu 7. merumuskan kebijakan pemerintah Tujuan mempelajari penghitungan pendapatan nasional: 1. mengetahui perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun 2. mengetahui struktur perekonomian suatu negara, apakah negara agraris atau negara industri 3. mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran 4. mengetahui pertumbuhan perekonomian Pendapatan per Kapita Pendapatan per Kapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara Variabel yang digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita yaitu: - Produk Domestik Bruto (Pendapatan Nasional) - Jumlah penduduk Secara matematis pendapatan per kapita dihitung dengan rumus: Pendapatan per Kapita = Produk Domestik Bruto (PBD) Jumlah Penduduk Manfaat penghitungan pendapatan per kapita: 1. tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun 2. data pernadingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain 3. pedoman pengambilan kebijakan di bidang ekonomi 4. perbandingan standar hidup suatu negara 5. bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang Hubungan Pendapatan Nasional (PN), Penduduk dan Pendapatan per Kapita (PP) - Jika PN tinggi tetapi jumlah penduduk besar maka PP rendah - Jika PN rendah tetapi jumlah penduduk kecil maka PP tinggi - Jadi tinggi rendahnya PP dipengaruhi oleh Jumlah PN dan jumlah penduduk. - Jumlah PN, jumlah penduduk dan besar PP merupakan tiga hal yang saling berhubungan. Perbandingan Pendapatan per Kapita (PP) Pengelompokkan negara berdasarkan PP oleh Bank Dunia No Kelompok Negara Besar PP 1 2 3 4 Berpendapatan rendah (low income econo-mies) Berpendapatan menengah bawah (lower middle income economies) Berpendapatan menengah tinggi (upper middle income economies) Berpendapatan tinggi (high income econo-mies) ≤ $765 $766 - $3.035 $3.036 - $9.385 ≥ $9.386

Adab Berhias dalam Islam

Berhiaslah serapi mungkin dan wahar bagi suami untuk istrinnya dan istri untuk suaminnnya, bukan untuk yang lain. Jangan berlebihan, ingat bahwa perhiasan yang paling indah adalah wajah ceria dengan senyum yang ramah dari hati yang tulus. Haram hukumnnya memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut ( bersanggul ).Rasullullah SAW bersabda, “ Allah melaknanat wanita yang pemasang tato dan yang minta ditato, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, mengubah ciptaan Allah SWT.” “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnnya.” (Muttafaq ‘alaih). Laki-laki, aturlah rambut, potonglah atau sisirlah, jangan menggelung maupun mengikatnnya waktu sedang shalat. Panjangkan dan rapikan jenggot, potong dan rapikan kumis. Silakan menyemir rambut, namung jangan menggunakan warna hitam. Gunakan celak mata dengan bilangan ganjil untuk kesehatan saja. Bagi wanita gunakan bedak dan alat kosmetik lainnya yang wajar, sederhana yang sesuai dengan kaadaan kulit. Jangan menggunkan yang mewah, tidak sesuai dengan kaadaan kulit, apa lagi yang berbagaya kerena mengandung bahan yang merusak meskipun bentuknnya sangat menarik. Berceminlah dengan membaca do’a : doa ketika bercermin sqn “ Ya Allah sebagimana telah Engkau perindah bentukku maka perindahlah akhlakku “. Jangan memangjangkan kuku, bagi laki-laki maupun wanita, sebab memotong kuku tiap jummat adalah sunnag para Nabi dan Rasul SAW. Begitu pula gigi dan mata jagalah selalu kebersihanya, jangan sampai tetap melekat sisa makanan atau sesuatu lainnya. Ingatlah bahwa Rasullullah SAW suka besiwak di setiap berwudhu, akan sholat, masuk rumah, bangun dari tidur, dan setiap terasa bau mulut berubah

5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul

Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebutkan sebahagian di antaranya: 1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian. Karena tidak mungkin seorang itu menjadi rasul kecuali setelah menjadi nabi. Oleh karena itulah, para ulama menyatakan bahwa Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- diangkat menjadi nabi dengan 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan diangkat menjadi rasul dengan dengan 7 ayat pertama dari surah Al-Mudatstsir. Telah berlalu keterangan bahwa setiap rasul adalah nabi, tidak sebaliknya. Imam As-Saffariny -rahimahullah- berkata, “Rasul lebih utama daripada nabi berdasarkan ijma’, karena rasul diistimewakan dengan risalah, yang mana (jenjang) ini lebih ringgi daripada jenjang kenabian”. (Lawami’ Al-Anwar: 1/50) Al-Hafizh Ibnu Katsir juga menyatakan dalam Tafsirnya (3/47), “Tidak ada perbedaan (di kalangan ulama) bahwasanya para rasul lebih utama daripada seluruh nabi dan bahwa ulul ‘azmi merupakan yang paling utama di antara mereka (para rasul)”. 2. Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman. Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan bahwa yang didustakan oleh manusia adalah para rasul dan bukan para nabi, di dalam firman-Nya: ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ “Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya”. (QS. Al-Mu`minun : 44) Dan dalam surah Asy-Syu’ara` ayat 105, Allah menyatakan: كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ “Kaum Nuh telah mendustakan para rasul”. Allah tidak mengatakan “Kaum Nuh telah mendustakan para nabi”, karena para nabi hanya diutus kepada kaum yang sudah beriman dan membenarkan rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-: كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ “Dulu bani Isra`il diurus(dipimpin) oleh banyak nab. Setiap kali seorang nabi wafat, maka digantikan oleh nabi setelahnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah) 3. Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan: لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا “Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang”. (QS. Al-Ma`idah : 48) Allah mengabarkan tentang ‘Isa bahwa risalahnya berbeda dari risalah sebelumnya di dalam firman-Nya: وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ “Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang dulu diharamkan untuk kalian”. (QS. Ali ‘Imran : 50) Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan perkara yang dihalalkan untuk umat beliau, yang mana perkara ini telah diharamkan atas umat-umat sebelum beliau: وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمَ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا “Dihalalkan untukku ghonimah dan dijadikan untukku bumi sebagai mesjid (tempat sholat) dan alat bersuci (tayammum)”.(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir) Adapun para nabi, mereka datang bukan dengan syari’at baru, akan tetapi hanya menjalankan syari’at rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada nabi-nabi Bani Isra`il, kebanyakan mereka menjalankan syari’at Nabi Musa -’alaihis salam-. 4. Rasul pertama adalah Nuh -’alaihis salam-, sedangkan nabi yang pertama adalah Adam -’alaihis salam-. Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan: إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ “Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”. (QS. An-Nisa` : 163) Dan Nabi Adam berkata kepada manusia ketika mereka meminta syafa’at kepada beliau di padang mahsyar: وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ “Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik) Jarak waktu antara Adam dan Nuh adalah 10 abad sebagaimana dalam hadits shohih yang diriwayatkah oleh Ibnu Hibban (14/69), Al-Hakim (2/262), dan Ath-Thobarony (8/140). 5. Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 91: فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ “Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman?”. Juga dalam firman-Nya: وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ “Mereka membunuh para nabi tanpa haq”. (QS. Al-Baqarah : 61) Allah menyebutkan dalam surah-surah yang lain bahwa yang terbunuh adalah nabi, bukan rasul.

Nama-nama Malaikat dan Tugasnya Serta Perbedaan Malaikat dengan Manusia

Nama-nama Malaikat dan Tugasnya. No Nama malaikat Tugas 1 Jibril Menyampaikan wahyu dan rahmad 2 Mikail Membagi rizky 3 Israfil Meniup sangkakala di hari kiamat (menurukan hujan dan angin) 4 Israil Mencabut nyawa hamba dan makhluk dibumi dan dilangit 5 Munkar Menanyaan amal baik dan buruk dialam barzakh (alam kubur) 6 Nakir Menanyaan amal baik dan buruk dialam barzakh (alam kubur) 7 Rakib Mencatat amal baik manusia di dunia 8 Atid Mencatat amal buruk manusia di dunia 9 Malik Menjaga api neraka 10 Ridwan Menjaga surga Perbedaan Malaikat dengan Manusia No Manusia Malaikat 1 Di ciptakan dari tanah langsung (adam AS) Diciptakan dari cahaya (nur) 2 Dicipatakan dari sari pati yang berasal dari tanah (Manusia) Malaikat diciptakan lebih awal dari Manusia 3 Diciptakan lebih zahir dari Malaikat Malaikat tergolong makhluk gaib 4 Manusia makhluk yang nampak (Zahir) Malaikat selalu taat kepada Allah SWT. 5 Manusia sebagian kafir kepada Allah SWT Malaikat tidak meniliki Hawa Nafsu 6 Manusia memiliki Hawa Nafsu Malaikat di ciptakan tidak memiliki pasangan dan kehali

pengertian HAsud, Aniaya , Riya' dan Deskriminasi

Hasud Hasud didalam kamus mujid adalah berbentuk dari (Hasada) artinya telah mendengki (Hasud), menurut istilah adalah suatu perasaan marah (benci, tidak senang), pada keberuntungan orang lain dan ingin menghilangkannya. Bahaya Hasud sebagai berikut. 1. Dapat menghapuskan amal kebajikan. 2. Putusnya tali persaudaraan antar sesama. 3. Timbulnya sifat kemunafikan. 4. Timbulnya sifat fasih. 5. Memiliki hati yang tidak bersih. 6. Terputusnya dari rahmat allah dan kebenaran. 7. Kegelisahan dalam diri dan hidup tidak tenang. 8. Menjerumuskan pelakukedalam perbuatan maksiat. Riya Riya menurut bahasa ialah sombong ,congkak ,bangga karena telah berbuat baik. Sedangkan menurut istilah ialah suatu tindakan dan perbuatan seseorang dalam melakukan amal kebajikan yang bernilai ibadah disertai rasa sombong ,congkak ,bangga dan bertujuan untuk mendapat pujian dari orang lain bukan untuk mencari keridha’an Allah SWT. Bahaya riya’ sebagai berikut : 1. Mudah terkena penyakit syirik. 2. Sumah (bangga diri). 3. Dibenci Allah SWT dan rasulnya. 4. Mudah jatuh kedalam perbuatan Maksiat. 5. Enggan untuk mengabdi kepada allah SWT. 6. Terputusnya pahala shalat. 7. Terputusnya ibadah lainnya. Cara menghindarkan diri dari perbuatan Riya’ : A. Bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya. B. Menjalankan apa-apa yang telah diperintahkan Allah SWT serta menjauhi apa yang di larang oleh Allah SWT. C. Dalam melakukan ibadah makhdan/ibadah ritual kepada Allah SWT. D. Hendaknya seseorang harus berfikir bahwasanya perbuatan Riya’ tidak mendapat pahala disisi Allah SWT karna itu dia harus menghindarinya. Aniaya Aniaya menurut bahasa ialah perbuatan bengis atau melakukan dengan sewenang-wenang sedangkan menurut istilah adalah suatu tindakan dan perbuatan seseorang melakukan perbuatan bengis sewenang-wenang terhadap diri sendiri maupun orang lain dengan tidakmengenal peri kemanusiaan dan peri keadilan. Perbuatan aniaya membahayakan diri sendiri maupun oranglain : 1 . terhadp diri sendiri : A. Mendapat kerugian dan penyesalan baik adalah dunia maupun akhirat. B. Tidak banyak memiliki teman, menipu diri sendiri. C. Memiliki sifat munafik , fasik, sombong, penipu dan melakukan maksiat kepadaAllah SWT dan dapat menghilangkan kepercayaan orang lain kepada kita. 2. terhadap sesamanya : A. Selalu membuat permusuhan terhadap orang lain. B. Tidak menyesal jika orang lain mendapat karunia Allah SWT. C. Dapat menghilangkan martabat kedudukan dan nyawa Orang Lain. D. Tersebarnya fitnah , gibah, namimah dikalangan masyarakat sekitarnya. Cara mengurangi : A. Menghayati dan mengamalkan sifat-sifat Allah SWT dan AsmaulHusna B. Selaluberusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT menyerahkan diri kepadanya C. Selalu mengucapkan lafal-lafal tasbih, tahmid , tahlildan dan takbir kepadaAllah SWT setiap waktu. D. Tidak putus asa dari rahmad allah SWT. E. Selalu mendatangi majelis-majelis taklim dan majelis zikir dalam rangka takabur keadaAllah SWT. F. Gemar mempelajari islam secara optimal. G. Selalu ingatakan janji dan ancaman Allah SWT. Deskriminasi Menurut kamus besar bahasa indonesia ialah pembedaan pelaku terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi dan sebagainya) Bahaya ; 1. Dapatmenimbulkan perpecahan dikalangan umat atau bangsa dan tidak adanya persatuan dikalanganmereka. 2. Dapat menimbulkan atau mendatngkn permusuhan dan perbuatan dosa diantara mereka. 3. Akan menghilangkan sifat kasih dan sayang di antra sesama. Cara menghindari deskriminasi ; 1. Berusaha selalu mendekatkan diri kepada allah swt. 2. Berusaha selalumendapat sifattenggng rasaantarsesama manusia. 3. Berusaha selalu menghindari perbedaan pendapat. 4. Berusaha selalu menghilangkan “sifat” atau ”ego” yang terdapatpada diriseseorang. 5. Melihat orang-orang lain selalu bersifat simpati dan empati.

~Jangan Ada Penyesalan~

Kita tidak perlu mencari alasan. Mengapa mencintai. Biarkan cinta tumbuh sendirinya. Alasan apapun kita tak tahu kita cinta. Tidak perlu ada penyesalan. Pada cinta tidak bersahabat. Hapuskan nama yang telah tersiksa. Mulailah hidup baru dengan harapan. Saat bertemu dengannya. Katakan aku tak peduli. Saat dirinya pergi. Katakan atas nama cinta ku menanti. Hapus airmata demi ketegaran. Jangan tangisi kepergiaannya. Tangisi dengan bahagiamu. Kau pernah memiliki cintanya walau raga tak termiliki. Mungkin Tuhan menginginkan bertemu. Dan bercinta dengan orang yang salah. Tapi kita harus mengerti. Bagaimana berterimakasih atas Kurnia-NYA itu.

rindu ibu

Ibu, engkaulah air mata dalam bahagiaku Senandung rindu dalam sepiku kekuatan hati dalam tangisku Ibu,sesungguhnya ku tak sanggup berdiri tanpa restu dari tanganmu tanpa keihklasan dalam do'amu Tanpa senyummu dalam dukaku Ibu... Aku ingin pulang menangis dipelukmu

tak mudah

Tak mudah menjadi sepertiku Tak mudah mengerti perasaanku Tak mudah memahami isi hatiku Namun begitu mudah mencaciku Tak mudah berinspirasi Tak mudah berimajinasi Tak mudah menuangkan isi hati ... Namun begitu mudah berkata tak terpuji Tak mudah tuk berkarya Sebuah seni tak mudah tercipta Hanya karena selera tak sama Begitu mudahnya mencela Hargailah sebuah karya Walau tak sebaik mereka Cobalah tuk memahami Tak semua bisa sehati

Mulai Dari Mana

Harus ku mulai dari mana Kala hati semakin merana Sementara sepi kian memaksa Dia berkata; Aku harus berbicara Beribu puisi telah aku rangkai Beribu sajak telah aku urai Mewakili hati yang sepi Mewakili jiwa yang nyeri Sementara siang kian meradang Sebentar lagi berubah petang Aku masih saja terdiam Dengan pemikiran yang merajam Sementara sepi kian memaksa Agar aku lekas berbicara Dan lantang dalam bersuara Selayak hidup dalam dunia Namun apalah daya Aku bisu, Aku bungkam Aku tetap diam Dan mungkin selamanya diam

Keraguan

Sering kali kau tanyakan padaku,tentang Cintaku, Dan juga harapanku... Sering kali juga ku jawab pertanyaanmu, Cintaku hanya kamu... Rasaku hanya untukmu... Dan Harapanku adalah Ingin memilikimu... Masihkah kau Ragu atas ketulusan Cintaku... Atas semua perhatianku padamu... Semua ku curahkan hanya Untukmu... Jika memang kau ragu lupakan saja Aku... Dari pada membuat beban Hatimu... Keraguan menguasai Jiwamu...

sang malam

Lantakkanlah duniaku…wahai sang malam cabiklah dengan berjuta tajam ….jiwaku kan riang meregang.. Sudutkanlah diriku diujung kutub yang kelam…. ludahi sekujur asaku yang tak kenal kata sopan… Menarilah diatas bangkai hina ini ….wahai Hujan…. Campakkanlah sanjungan sanjunganku dahulu yang bau..untukmu.. Adakah lagi selaksa siksa pantas untukku…. aku masih mau…Sungguh…. Kumohon…… sungguh tak tertebus kebodohanku… sinislah pandang aku wahai mentari…bakarlah hati durjana ini.. Dan pencarkanalh abuku keseluruh kata berarti mati….. Kuburkanlah segala kebahagiaanku kepalung dalam menanti.. patahkalan setiap kakiku yang menari…. Relaku….terwujud tawa menanti…hujan jarum kutadah di hati Usah kau pusing ku hanya mencari simpati….duhai mendung sunyi Aku sungguh ingin merasakan menjadi pecundang sejati… Dan hukumlah aku abadi…… Takkan menangis manusia ini……kureguk puas segala balas agar tercodet disepanjang hayat ini…membekas betapa aku telah…salah……… Aku……..bersimpuh padamu wahai ….Malam…hujan…. Laut..ombak…pelangi….peri-peri….mimpi…..indah… Cakrawala….Fajar…..embun….dunia.. Akulah yang pesakitan mengakui…… Aku yang telah membuat….Senyumnya menghilang… Tolong…..Siksa diri ini…. Maafkan aku wahai puisi……

kepada ayah dan ibu

Angin…aku titipkan salam rinduku buat ayah&bunda… Do’a…aku jadikan engkau sarana&harapan2x terindah dalam hidupku buat ayah&bunda… Mimpi…aku jadikan engkau tempat persinggahan terindah pertemuanku dengan ayah&bunda… “Ya Allah,aku berdo’a hanya kepada-Mu, lindungi ayah&bunda,buatlah mereka tersenyum selalu dalam menapaki jalan kehidupan tanpa kehadiranku di sisi mereka…ayah, bunda maafkan anakmu yang hingga kini belum mampu membalas kebaikan kalian selama ini,.. do’akan anakmu agar selalu tegar menjalani kerasnya kehidupan ini….Amien Ya Robbal’ Alamin

KABUT

Kabut tipis diketinggian gede pangrango Melukiskan kisah tentang sekeping hati Yang terpisah jarak yang terentang Mencipta rindu yang tak pernah hilang Kusibak kabut yang menghalangi langkahku Mencoba mencari bunga abadi yang terhampar Bagaikan cinta sejati yang tak pernah layu Walaupun waktu tlah berlalu menjauh Di antara bunga-bunga abadi Kutemukan kuncup mawar merah yang merekah Menciptakan setitik harapan yang membuncah Mungkinkah jumpa kan terjadi?

DIMANAKAH MATAHARIKU?

Ku berjalan tanpa henti Di keheningan malam yang dingin itu Tanpa tau arah dan tujuan ku terus melangkah Dengan hati penuh harapan harapan ku begitu menggebu hingga dinginnya malam yang sungguh dingin dan menusuk di dalam tulang-tulangku.. aku masih mampu melangkah itu semua hanya untuk kau hanya untuk bertemu kau yang ku puja selama ini.. sosok wanita yang telah lama tak jumpa sosok wanita yang mengisi relung hati yang kosong ini.. sosok wanita yang mampu meluluhkan hati ini… sang rembulan kini telah tertidur seraya sang mentari muncul dengan sinarnya yang indah yang sinarnya mampu menghangatkan tubuh ini… kini aku gelisah.. kini aku gundah dimana kini kau berada? Tanpa jawaban kau pergi! Tidakkah kau tau aku disini menanti Jawabmu Karena walupun itu Jawaban yang menyayat hati Aku akan terima Namun,yang ku mau sekarang Bertemu denganmu lagi.. Bercanda,tertawa bersamamu lagi Karena Hari-hari terasa layu dan sepi tanpamu

HARAPAN YANG TERPENDAM

Malam begitu syahdu Malam begitu indah Ketika engkau disisi Menatap kilauan bintang-bintang bersama denganmu Ditengah angkasa nan luas.. Andai salah satu bintang itu jatuh Ingin ku berharap.. Inginnya aku menjagamu Inginnya aku selalu disisimu… Selalu di sampingmu… Selalu pula bisa menatapmu.. Ohk..malam ini begitu dingin.. Namun kau di sini Di sampingku? Hingga rasa dingin di tubuh ini sirna.. Ku inginkan engkau juga menghangatkan hati ini… Hati yang sekian lama Beku tak mencair Dan ku berharap ku dapat memilikimu Seutuhnya duhai gadis dambaan hatiku..

KASIH APA KAU MERASAKAN APA YANG KURASA

Dari selembar kertas aku bertanya? Dari seuntai nada aku berkata Andai malam ini Aku sudah thag akan melihat dirimu lagi Izinkanlah aku berkata kepadamu Wahai sayangku.. Malam mengalunkan angin seraya kau pergi, Meningalkan aku disini… Kau pergi untuk menjalankan tugasmu.. Tugas unuk mewangikan negara ini kasih… Wahai kau pahlawan di hatiku.. Doa yang melantun dari bibir merah ini Semua terangkai untukmu kasih… Kasih,,cepatlah kembali kasih.. Karena aku thag mampu Jika dimalam-malm sepi seperti ini Dikau thag ada lagi disisiku.. Kasih sungguh aku sangat merindukan dirimu..

RESAHKU

Malam ini semua tampak semu Purnama yang dulu cerah mencerahkan hatiku Kini berubah menjadi purnama yang kelabu.. Jika aku memang tak pernah ada lagi dihatimu Tinggalkanlah aku kasih Sungguh sakit diri ini menanggung rindu yang kian lama seperti menusuk kalbu ini… sudah sekian lama kau tak kunjung datang sudah sekian hari-hari kulewati dengan tetesan air mata berharap kau segera datang dan ku dapat memelukmu melepaskan rindu yang menjerat jiwa ini kasih,, walupun semuanya berakhir dan tak seindah janji yang terukir di bibir merah itu

MENANTI JAWABAN

Dingin,pilu,sedih Tak seorang mengerti aku Tentang dia yang ku sayang.. Jauh sudah aku melaju Melaju tanpa henti Untuk bisa temukan jawaban? Jawaban yang mungkin katakana ku dapati/? Mengapa? Mengapa?Kau ingin pergi dari kota ini Kota kenangan kita Mengapa kau pergi? Mengapa pertemuan ini begitu singkat? Mengapa ku di pertemukan Jika akhirnya kau akan pergi Mengapa harus berjumpa Bila berakhir dengan kepedihan Kepada siapa ku bertanya? Semua membisu! Kini ku hanya dapat merelakanmu.. Merelakan mu pergi tanpa ku tahu jawaban hatimu

hingga

Hingga detik ini Hingga hari ini Hingga bulan ini bahkan Aku masih menyayangimu Aku masih mencintaimu Aku masih menyukaimu Walaupun.. Waktu telah berlalu begitu lamanya dan aku tlah dimiliki orang lain Tapi cintaku.. Cintaku untukmu takkan pernah lekang oleh waktu Cintaku takkan kubri untuk orang lain slain dirimu Cintaku abadi hanya untuk dirimu Cintaku bukanlah ia yang memiliki Karena..Hanya kau yg ada dihati ini Hanya namamu yg sudah terukir abadi Hanya dirimu yg sanggup menenangkan hati yg galau ini Hanya kau..tak ada lagi yang lain

TERIMAKASIH GADISKU


Pagi yang cerah
Tanpa ada keresahan di hati
Tanpa ada luka di hati..
Karena kini
Kau telah datang..
Temani pagiku yang dahulu sunyi…

Mentari pagi menyinari jiwa ini lagi
Ditemani debur ombak
jiwa yang dulu pernah mati
Jiwa yang dulu pernah layu..
Kini telah merekah lagi

Terima kasih wahai kau gadis!
Kau telah mengubah hidupku
Hidup yang dulu kelam
Kini Kau rubah menjadi indah
Tanpa ku rasakan perihnya luka lagi

Minggu, 05 Mei 2013

Pengertian hak amandemen

Pengertian hak amandemen, hak inisiatif dan hak menyatakan pendapat? Hak Inisiatif adalah hak untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang atau Peraturan daerah (Raperda), merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh anggota DPR/D untuk melaksanakan fungsinya di bidang legislasi. Karena kekuasaan legislasi DPRD merupakan inti kedaulatan rakyat, maka semua badan perwakilan rakyat (DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota) mempunyai Hak inisiatif ini. Hak amandemen, hampir sama dengan hak inisiatif, adalah hak untuk mengajukan Perubahan Undang-Undang atau Peraturan daerah (Raperda). Hak menyatakan pendapat adalah hak DPR sebagai lembaga untuk menyatakan pendapat terhadap kebijakan pemerintah atau mengenai kejadian luar biasa yang terjadi di tanah air atau situasi dunia internasional disertai dengan rekomendasi penyelesaiannya atau sebagai tindak lanjut pelaksanaan hak interpelasi dan hak angket atau terhadap dugaan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya atau perbuatan tercela maupun tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.

Pengertian Tanah Ulayat dan Hak Ulayat

Undang-Undang Pokok Agraria tidak menyebutkan penjelasan tentang Hak Ulayat yang dalam kepustakaan hukum adat disebut beschikkingsrecht (Maria S.W. Sumardjono, op.cit). Hak Ulayat sebagai istilah teknis yuridis yaitu hak yang melekat sebagai kompetensi khas pada masyarakat hukum adat, berupa wewenang/kekuasaan mengurus dan mengatur tanah seisinya dengan daya laku kedalam maupun keluar (Laporan penelitian integrasi Hak Ulayat kedalam yurisdiksi UUPA, Depdagri Fakultas Hukum Universitas Gajah Madah Tahun 1978)(Imam Sudiyat, 1982). Sedangkan ulayat artinya wilayah, sehingga tanah ulayat merupakan tanah wilayah masyarakat hukum adat tertentu. Secara teoritis pengertian antara masyarakat hukum dan masyarakat hukum adat berbeda. Kusuma Pujosewojo mengartikan masyarakat hukum sebagai suatu masyarakat yang menetapkan, terikat dan tunduk pada tata hukumnya sendiri. Sedangkan masyarakat hukum adat adalah masyarakat yang timbul secara spontan diwilayah tertentu yang berdirinya tidak ditetapkan atau diperintahkan oleh penguasa yang lebih tinggi atau penguasa lainnya dengan rasa solidaritas yang lebih besar diantara sesama anggota yang memandang bukan sebagai anggota masyarakat orang luar dan menggunakan wilayahnya sebagai sumber kekayaan yang hanya dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh anggotanya. Hak Ulayat merupakan serangkaian wewenang dan kewajiban suatu masyarakat hukum adat, yang berhubungan dengan tanah yang terletak dalam wilayahnya yang merupakan pendukung utama penghidupan dan kehidupan masyarakat yang bersangkutan sepanjang masa (Lebensraum)(Boedi Harsono, 2003). Hak ulayat ini meliputi semua tanah yang ada dalam lingkungan wilayah masyarakat hukum yang bersangkutan, baik yang sudah di haki oleh seseorang maupun yang belum. Pada umumnya batas wilayah Hak Ulayat masyarakat hukum adat tidak dapat ditentukan secara pasti. Hak Ulayat menunjukan adanya hubungan hukum antara masyarakat hukum sebagai subyek hak dan tanah wilayah tertentu sebagai objek hak. Adapun Hak Ulayat berisi wewenang untuk : 1. Mengatur dan menyelenggarakan penggunaan tanah (untuk pemikiman, bercocok tanam) persediaan (pembuatan pemukiman / persawahan baru) dan pemeliharaan tanah. 2. Mengatur dan menentukan hubungan hukum antara orang dengan tanah (memberikan hak tertentu kepada objek tertentu). 3. Menetapkan hubungan hukum antara orang-orang dengan perbuatan-perbuatan hukum yang berkenaan dengan tanah (jual beli, warisan). Hubungan antara masyarakat hukum adat dengan tanah wilayahnya adalah hubungan menguasai. Dimana Kepala adat mempunyai peranan dalam penyelesaian sengketa tanah Ulayat bukan hubungan milik, sebagaimana halnya dalam konsep hubungan antara negara dan tanah menurut Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945. Negara dikenal dengan hak menguasai dari Negara, disini Negara sebagai organisasi kekuasaan tertinggi mengatur,menentukan dan menyelenggarakan penggunaan tanah diwilayah itu. Sementara itu Boedi Harsono, mengemukakan bahwa hak dan kewajiban hak Ulayat masyarakat hukum adat mengandung dua unsur yaitu : 1. Mengandung hak kepunyaan bersama para anggota warganya, yang termasuk bidang hukum perdata. 2. Mengandung tugas kewajiban mengelola, mengatur dan memimpin penguasaan, pemeliharaan, peruntukkan dan penggunaannya yang termasuk bidang hukum publik

Pengertian Grasi

Pengertian Grasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, Jakarta, 1990, hlm 284) Grasi yaitu ampunan yg diberikan oleh Kepala Negara kepada orang yg telah dijatuhi hukuman; sedangkan menurut Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2002 tentang Grasi menyebutkan Grasi adalah pengampunan berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan pidana kepada terpidana yang diberikan oleh Presiden.
Dalam arti umum, grasi sebenarnya merupakan suatu pernyataan dari Kepala Negara yang meniadakan sebagian atau seluruh akibat hukum pidana.
Apa yang disebut pengampunan oleh Kepala Negara itu tidaklah selalu berkenaan dengan ditiadakannya pidana yang telah dijatuhkan oleh hakim, yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap (in kracht van gewijsde) saja, melainkan juga dapat berkenaan dengan:
a. Perubahan dari jenis pidana yang telah dijatuhkan oleh hakim bagi seorang terpidana. Misalnya: perubahan dari pidana mati menjadi pidana penjara seumur hidup atau menjadi pidana penjara selama-lamanya dua puluh tahun;
b. Pengurangan dari lamanya pidana penjara, pidana tutupan, pidana kurungan atau pidana kurungan sebagai pengganti denda atau karena telah dapat menyerahkan sesuatu ‘benda’ yang telah dinyatakan sebagai disita untuk kepentingan negara, seperti yang telah diputuskan oleh hakim, dan
c. Pengurangan dari besarnya uang denda seperti telah diputuskan oleh hakim bagi seorang terpidana.
Pengertian Amnesti
Amnesti (dari bahasa Yunani, amnestia) adalah sebuah tindakan hukum yang mengembalikan status tak bersalah kepada orang yang sudah dinyatakan bersalah secara hukum sebelumnya. Amnesti diberikan oleh badan hukum tinggi negara semisal badan eksekutif tertinggi, badan legislatif atau badan yudikatif.Di Indonesia, amnesti merupakan salah satu hak presiden di bidang yudikatif sebagai akibat penerapan sistem pembagian kekuasaan.
Pengertian Abolisi
Merupakan suatu keputusan untuk menghentikan pengusutan dan pemeriksaan suatu perkara, dimana pengadilan belum menjatuhkan keputusan terhadap perkara tersebut. Seorang presiden memberikan abolisi dengan pertimbangan demi alasan umum mengingat perkara yang menyangkut para tersangka tersebut terkait dengan kepentingan negara yang tidak bisa dikorbankan oleh keputusan pengadilan.
Pengertian Rehabilitasi
Rehabilitasi merupakan suatu tindakan Presiden dalam rangka mengembalikan hak seseorang yang telah hilang karena suatu keputusan hakim yang ternyata dalam waktu berikutnya terbukti bahwa kesalahan yang telah dilakukan seorang tersangka tidak seberapa dibandingkan dengan perkiraan semula atau bahkan ia ternyata tidak bersalah sama sekali. Fokus rehabilitasi ini terletak pada nilai kehormatan yang diperoleh kembali dan hal ini tidak tergantung kepada Undang-undang tetapi pada pandangan masyarakat sekitarnya
Pengertian Hak Inisiative
hak para anggota DPR untuk mengajukan undang-undang mengenai masalah tertentu kpd pemerintah.
Hak Inisiatif adalah hak untuk mengajukan usul Rancangan Undang-Undang atau Peraturan daerah (Raperda), merupakan salah satu hak yang dimiliki oleh anggota DPR/D untuk melaksanakan fungsinya di bidang legislasi. Karena kekuasaan legislasi DPRD merupakan inti kedaulatan rakyat, maka semua badan perwakilan rakyat (DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota) mempunyai Hak inisiatif ini.
Pengertian Hak Amandemen
Hak amandemen, hampir sama dengan hak inisiatif, adalah hak untuk mengajukan Perubahan Undang-Undang atau Peraturan daerah (Raperda).
Pengertian Hak Angket
Hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap pelaksanaan suatu undang-undang dan/atau kebijakan Pemerintah yang berkaitan dengan hal penting, strategis, dan berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.
Pengertian Hak Budget
Hak budget yaitu hak DPR untuk mengesahkan RAPBN ( Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang diajukan pemerintah yang juga merupakan pelaksana.
Pengertian Hak Interplasi
Hak interpelasi adalah hak DPR untuk meminta keterangan kepada Pemerintah mengenai kebijakan Pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pengertian Hak Petisi
Hak petisi yaitu hak DPR untuk mengajukan usul atau anjuran serta pertanyaan mengenai suatu masalah. Hak petisi ini ada hubungannya dengan lembaga tinggi negara.
Sumber lain, yakni dari salah satu anggota Yahoo! Answers, mengatakan, hak petisi yaitu hak untuk mengubah, menambah, atau mengurangi kebijakan pemerintah berdasarkan amanat rakyat.
Pengertian Hak Bertanya
Hak bertanya yaitu setiap anggota DPR berhak mengajukan pertanyaan kepada pemerintah atau Presiden secara/ berbentuk tertulis. Pemerintah juga bertanya kepada DPR untuk hal-hal tertentu.
Pengertian Hak Prerogratif
hak khusus atau hak istimewa yang ada pada seseorang karena kedudukannya sebagai kepala negara, misal memberi tanda jasa, gelar, grasi, amnesti

Sabtu, 04 Mei 2013

mawar

mawar mawar yang dulu aku puja kini telah pergi kini dia telah layu disini aku mulai kesepian karna bunga pujaanku telah layu aku mulai menata semangatku yang baru aku mulai semangat untuk hidup dan dengan seiring berjalannya waktu aku mulai menemukan bunga mawar yang laen bunga yang masih kuncup namun sudah menampakkan keindahannya ingin rasanya aku memtiknya untuk singgah di hatiku namun ketakutanku akan keadaan yang tak dapat aku hindarkan lagi aku hanya bisa menyimpan rasa ini di dalam hati kecilku dan mencoba mendekatinya dan memetik cintanya

masa lalu

masa lalu tetesan air mataju kini mulai berderai mengalir lembut menyesuaikan bentuk lekuk demi lekuk wajahku air mata ini terasa telah mengering dan habis kurasa karna terlalu meratapi masa laluku yang sama sekali tak pernah berpihak kepadaku entah kini engkau ada di mana aku tak pernah tahu bagaimana kabarmu saat ini apakah mengkinku temui engkau yang aku cintai di mana kau kini masa laluku apakah kini kau dapat mendengar laguku yang kuciptakan hanya uutukmu lagu yang melengkapi cerita dalam hidupku

Setapak jalan gelap

setapak jalan gelap pada malam ini bulan tak menampakkan sinarnya keadaan dimuka bumi ini terlihat sangat gelap didepan mataku teelihat setapak jalan gelap kumenapaki jalan itu sendiri dengan membawa luka perih ini amat dan amat sangat perih diperjalananku itu tak terasa air mataku menetes secara perlahan mengalir dengan lembut menyusuru jalan yang telah dicipatakan sang ilahi ya allah.... berilah keterangan dijalan yang gelap ini aku ingin tersenyum aku ingin bahagia tanpa ada rasa sakit di relung detak jantungku aku tak ingin kecewa karna cinta untuk yang Kesekian kalinya

Kamis, 02 Mei 2013

SEJARAH – KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA KEHIDUPAN AWAL MASYARAKAT INDONESIA

A. Kehidupan Masyarakat Berburu dan Mengumpulkan Makanan 1.Lingkungan Alam Kehidupan Kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan ini sangatlah sederhana. Kehidupan mereka tak ubah seperti kelompok hewan karena bergantung pada apa yang disediakan oleh alam. Pada masa ini manusia hidup di alam bebas seperti di hutan, tepi-tepi sungai, goa, dan lembah. Keadaan berburu mereka pun masih belum stabil dan sangat liar. Pada masa ini, mereka cenderung berjalan menyusuri tepi-tepi pantai dan pada masa selanjutnyalah baru mereka menciptakan perahu. 2. Kehidupan Sosial Masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan telah mengenal kehidupan kelompok. Jumlah anggota dalam setiap kelompok sekitar 10-15 orang. Mereka selalu hidup berpindah-pindah. Hubungan antar anggota kelompok sangatlah erat. Mereka bekerja sama untuk memenuhi kebutuhan hidup serta mempertahankan hidup mereka. Masing-masing kelompok memiliki pemimpin dan mereka menghormati pemimpin mereka masing-masing . 3. Kehidupan Budaya Pada masa ini mereka mulai membuat alat-alat berburu, alat pemotong, alat pengeruk tanah dan lainnya. Para ahli menafsirkan pembuat alat tersebut ialah jenis manusia Pithecanthropus dan kebudayaannya disebut tradisi Paleolitikum (batu tua). Banyak di temukan di kali basoka, daerah Kabupaten Pacitan . Penelitian ini di lakukan oleh H.R van Heekeren, Besuki, dan R.P. Soejono (1953- 1954).Adapun benda-benda hasil kebudayan zaman tersebut ialah: oKapak Perimbas oKapak Penetak oKapak Genggam oPahat Genggam oAlat serpih oAlat-alat dari tulang 4. Kehidupan Ekonomi Pada masa mengumpulkan makanan ini, mereka bekerja sama dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan anggota kelompok yang masih sedikit mereka dapat dengan mudah memenuhi sebagian besar kebutuhan hidupnya dari alam bebas, saat persedian hutan habis mereka pindah ke daerah lainnya untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan mereka. 5. Kehidupan Kepercayaan Masyarakat Pada masa ini mereka sudah memiliki anggapan tertentu dan memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal dengan sisteam penguburan dan mereka sudah mempergunakan akal pikiran mereka walaupun hanya terbatas hal-hal tertentu saja. Dengan penguburan terhadap orang yang baru meninggal maka konsep kepercayaan tentang adanya hubungan antara orang yang sudah meninggal dan yang masih hidup sudah di yakini. B. Kehidupan Masyarakat Beternak dan Bercocok Tanam 1.Lingkungan Alam Kehidupan Kehidupan bercocok tanam yang pertama kali dikenal oleh manusia adalah berhuma. Berhuma adalah teknik bercocok tanam dengan cara membersihkan hutan dan menanamnya, setelah tanah tidak subur mereka pindah dan mencari bagian hutan yang lain. Kemudian mereka mengulang pekerjaan membuka hutan, demikian seterusnya. Namun dalam perkembangan berikutnya, manusia mulai memikirkan kembali untuk hidup dari generasi ke generasi berikutnya. Oleh karena itu, manusia mulai menerapkan kehidupan bercocok tanam pada tanah- tanah persawahan. Kehidupan menetap yang dipilih manusia pada masa lampau itu merupakan titik awal dari perkembangan kehidupan manusia untuk mencapai kemajuan. 2. Kehidupan Sosial Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam mengalami peningkatan yang cukup pesat. Masyarakat mulai mempunyai tempat tinggal tetap. Tempat tinggal tetap untuk mempererat hubugan antar manusia, yang menunjukkan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri. Kehidupan sosial yang dilakukan oleh masyarakat pada masa bercocok tanam ini terlihat dengan jelas melalui cara bekerja dengan bergotong royong. Cara hidup bergotong royong itu bersifat agraris. 3. Kehidupan Ekonomi Pada masa kehidupan bercocok tanam, kebutuhan kehidupan masyarakat semakin bertambah, namun tidak ada anggota masyarakat yang dapat memenuhi kehidupannya sendiri. Dengan kenyataan seperti ini, dalam rangka memenuhi kebutuhannya masing-masing diadakan pertukaran barang dengan barang yang disebut sistem barter. Sistem barter ini menjadi awal munculnya perdagangan atau sistem perekonomian masyarakat. Untuk memperlancar kegiatan tersebut dibutuhkan tempat khusus yang dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan antara penjual dan pembeli yang disebut pasar. 4. Sistem Kepercayaan Masyarakat ž Pada masa kehidupan bercocok tanam kepercayaan masyarakat semakin bertambah. Mereka percaya bahwam orang-orang yang meninggal rohnya pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari tempat tinggalnya atau tetap berada di wilayah di sekitar tempat tinggalnya sehingga sewaktu-waktu dapat dipanggil untuk dimintai bantuannya dalam kasus seperti menanggulangi wabah penyakit atau mengusir pasukan-pasukan musuh yang ingin menyerang tempat tinggalnya. Di Indonesia, kepercayaan dan pemujaan kepada roh nenek moyang terlihat melalui peninggalan-peninggalan tugu-tugu batu atau bangunan-bangunan mengalithikum. Bangunan-bangunan itu banyak ditemukan di tempat-tempat tinggi dari daerah sekitarnya sehingga muncul anggapan masyarakat bahwa roh-roh tersebut berada di tempat yang lebih tinggi. 5. Kehidupan Budaya žPada masa kehidupan bercocok tanam kebudayaan yang dihasilkan semakin beragam seperti yang terbuat dari tanah liat, batu, dan tulang. Contohnya: 1.Beliung Persegi diduga digunakan untuk upacara. Ditemukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Semenanjung Melayu dan Asia Tenggara. 2. Kapak Lonjong Kapak ini ditemukan di daerah Maluku, Papua, sebagian Sulawesi Utara, Kepulauan Filipina, Taiwan dan Cina. 3. Mata Panah Digunakan untuk berburu dan menangkap ikan. Ditemukan di daerah Papua. 4. Gerabah Digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda perhiasan dan sebagai alat untuk mencurahkan rasa seni. Ditemukan di seluruh wilayah Indonesia. 6. Perhiasan Pada masa bercocok tanam kebudayan, telah dikenal berbagai bentuk perhiasan. Bahan dasarnya berasal dari lingkungan alam sekitar tempat tinggal mereka yaitu seperti tanah liat, batu kalsedon, yaspur dan agat. Perhiasaan yang dihasilkan seperti kalung, gelang dan lain-lain. Disamping perhiasan tersebut juga ditemukan kebudayaan yang terbuat dari batu besar atau Megalitikum pada masa kehidupan masyarakat bercocok tanam. Kebudayaan megalitikum erat kaitannya dengan kegiatan religius, yaitu kepercayaan terhadap nenek moyang. Bangunan ini dibuat berdasarkan adanya kepercayaan hubungan antara alam fana dan alam baka. Contoh Bangunan Pada Masa Megalitikum ž Menhir, adalah tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang, ditemukan di daerah Sumatera, Sulawesi Tengah dan Kalimantan. ž Waruga, adalah kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat yang dibuat dari batu utuh. Ditemukan di daerah Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. ž Dolmen, adalah meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya sering ditemukan kubur batu. Ditemukan di Telagamukmin, Sumberjaya, Lampung Barat. ž Punden berundak-undak, adalah bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dibuat bertingkat-tingkat. Ditemukan di daerah Lebak Si Beduk daerah Banten Selatan. ž Sarkofagus, adalah peti jenazah yang terbuat dari batu bulat (batu tunggal). Banyak ditemukan di Bali. ž Kubur batu, adalahb peti jenazah terbuat dari batu pipih. Banyak ditemukan di daerah Kuningan, Jawa Barat. ž Arca, arca dari masa megalitikum menggambarkan kehidupan binatang dan manusia. Banyak ditemukan di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Timur. C. Perkembangan Teknologi Masyarakat Awal Indonesia 1.Keadaan Alam Lingkungan Kehidupan Manusia Dalam kehidupan menetap manusia sudah dapat menghasilkan kebutuhannya sendiri, meskipun tidak seluruhnya. Pengenalan teknologi pada masa itu terlihat jelas pada teknik pembuatan tempat tinggal atau peralatan-peralatan yang mereka gunakan untuk membantu upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Ketika manusia mulai mengenal logam, manusia telah dapat menggunakan peralatan yang terbuat dari logam, seperti peralatan rumah tangga, pertanian, berburu, berkebun, dll. Tetapi dengan meluasnya penggunaan peralatan yang terbuat dari logam, peralatan tersebut dibuat oleh orang yang ahli dibidangnya yang disebut undagi dan tempat pembuatan alat tersebut disebut perundagian. Dalam perkembangan teknologi awal ini, masyarakat Indonesia juga mulai mengenal benda-benda yang terbuat dari logam dan perunggu. Hal ini terbukti karena ditemukannya benda-benda dari perunggu di beberapa wilayah di Indonesia. Dapat disimpulkan bahwa seiring dengan mulai dikenalnya logam, pola pikir dan teknologi manusia berkembang. 2. Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Masa perundagian adalah masa manusia telah mengenal logam. Masa perundagian sangat penting artinya dalam perkembangan sejarah Indonesia, karena pada masa ini terjalin hubungan dengan daerah-daerah disekitar Indonesia. Hubungan ini terjadi karena bahan-bahan dari logam yang tersedia menyebar di tempat- tempat tertentu dan untuk mendapatkannya dilakukan sistem barter. Pada masa ini juga menjadi dasar bertumbuh kembangnya kerajaan-kerajaan di Indonesia peninggalan-peninggalan masa perundagian menunjukkan kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia. Kemakmuran masyarakat diketahui melalui perkembangan teknik pertanian. Masyarakat persawahan terus berkembang dengan pesat termasuk pada aktivitas ekonominya. 3. Kehidupan Budaya Masyarakat Benda-benda peninggalan bangsa Indonesia yang terbuat dari logam diantaranya: 1.Nekara Perunggu Fungsinya sebagai pelengkap upacara untuk memohon turunnya, hujan dan sebagai genderang perang. Banyak ditemukan di daerah timur Indonesia. 2. Kapak Perunggu Ada yang berbentuk pahat, jantung atau tembilang. 3. Bejana Perunggu Bentuknya mirip gitar spanyol tanpa tangkai. Ditemukan di daerah Madura dan Sumatera 4. Arca Perunggu Ditemukan di daerah Bangkinang, Riau, Lumajang, Bogor dan Palembang. 5. Perhiasan Ditemukan di daerah Bogor, Bali, Malang. D. Sistem Kepercayaan Awal Masyarakat Indonesia 1.Kepercayaan Terhadap Roh Nenek Moyang Perkembangan sistem kepercayaan pada masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan. Pada umunya mereka hidup berpindah-pindah. Namun, dalam perkembangannya mereka mulai menetap, menetap di goa-goa yang di tepi pantai atau di pedalaman. Orang mulai memiliki pandangan bahwa hidup tidak berhenti setelah orang meninggal. Orang yang meninggal dianggap pergi ke suatu tempat yang lebih baik. Inti kepercayaan terhadap roh nenek moyang terus berkembang dari zaman-zaman. 2. Kepercayaan Bersifat Animisme Animisme merupakan kepercayaan masyarakat terhadap benda yang dianggap memiliki roh atau jiwa. Awal munculnya kepercayaan ini didasari dari berbagai pengalaman masyarakat yang bersangkutan. Di samping itu muncul kepercayaan terhadap benda-benda pusaka yang dipandang memiliki roh yang dianggap dapat memberi petunjuk tentang berbagai hal yang berkembang dalam masyarakat. Contohnya sebilah keris yang dianggap pusaka. Kepercayaan seperti ini masih berkembang hingga sekarang. 3. Kepercayaan Bersifat Dinamisme Dinamisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memilki kekuatan gaib. Contohnya batu cincin dipandang mempuyai kekuatan untuk melemahkan lawan. 4. Kepercayaan Bersifat Monoisme Monoisme adalah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kepercayaan ini muncul berdasarkan pengalaman-pengalaman dari masyarakat. . Selamat membaca sobat..... thanks

Kehidupan Awal Manusia di Kepulauan Indonesia

Kehidupan Awal Manusia di Kepulauan Indonesia Waktu merupakan salah satu konsep dasar sejarah selain ruang. Kegiatan manusia, perubahan dan kesinambungan . Ia merupakan unsur penting dari sejarah yaitu kejadian masa lalu. Dengan kata lain waktu merupakan konstruksi gagasan yang digunakan untuk memberi makna dalam kehidupan di dunia. Manusia tak dapat dilepaskan dari waktu karena perjalanan hidup manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri. Tiap masyarakat memilki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Contoh : masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masysrakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang berulang tanpa akhir. Dari perjalanan di atas tentang waktu, khususnya konsep waktu yang lurus, masa lalu perkembangan sejarah manusia akan mempengaruhi perkembangan masyarakat masa kini dan masa yang akan datang. Agar waktu dalam setiap peristiwa atau kejadian dapat dipahami, maka sejarah membuat pembabakan waktu atau periodisasi. Maksud periodisasi ini adalah agar babak waktu itu menjadi jelas ciri-cirinya. Contohnya sejarah Eropa dapat dibagi ke dalam 3 periode yaitu zaman klasik/kuno, zaman pertengahan dan zaman modern. Sebenarnya ada istilah lain untuk menamakan zaman prasejarah yaitu zaman Nirleka, Nir artinya tidak ada dan leka artinya tulisan, jadi zaman Nirleka zaman tidak adanya tulisan. Batas antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah adalah mulai adanya tulisan. Hal ini menimbulkan suatu pengertian bahwa prasejarah adalah zaman sebelum ditemukannya tulisan, sedangkan sejarah adalah zaman setelah adanya tulisan. Berakhirnya zaman prasejarah atau dimulainya zaman sejarah untuk setiap bangsa di dunia tidak sama tergantung dari peradaban bangsa tersebut. Salah satu contoh yaitu bangsa Mesir + tahun 4000 SM masyarakatnya sudah mengenal tulisan, sehingga + tahun 4000 bangsa Mesir sudah memasuki zaman sejarah. Dari penjelasan di atas, apakah Anda sudah paham? Kalau Anda sudah memahami, tentu Anda sudah mempunyai gambaran tentang sejarah Indonesia. Sumber-sumber Prasejarah Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu karena adanya proses kimiawi. Fosil merupakan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan peninggalan masa lampau yang sudah tertanam ratusan bahkan ribuan tahun di dalam tanah. Sumber-sumber Sejarah Peristiwa masa lalu dapat diketahui secara lengkap dan mendekati kebenaran adanya sumber-sumber yang beranekaragam. Ditinjau dari wujudnya, maka sumber sejarah dapat dibagi lagi menjadi 4, yaitu: 1. Sumber lisan adalah sumber sejarah yang berupa keterangan dari seseorang atau beberapa orang yang menyaksikan langsung atau mengalami langsung suatu peristiwa. 2. Sumber tertulis adalah sumber sejarah yang berupa keterangan tertulis mengenai suatu peristiwa/kejadian misalnya data, dokumen, babad prasasti, naskah kuno, buku, dan sebagainya. 3. Sumber benda adalah sumber sejarah yang berupa benda-benda peninggalan budaya atau la zim dinamakan benda purbakala, misalnya: candi, senjata, gedung, dan sebagainya. A. Proses Muncul Berkembangnya Kehidupan Awal Manusia Dan Masyarakat Indonesia Dengan bantuan ilmu geologi (ilmu yang mempelajari bumi ) perkembangan bumi dari awal terbentuknya sampai dengan sekarang, terbagi menjadi beberapa jaman yaitu : Jaman azoikum (tidak ada kehidupan) Jaman ini berlangsung sekitar 2500 juta tahun, keadaan bumi masih belum stabil dan masih panas karena sedang dalam proses pembentukan. Oleh karena itu pada jaman ini tidak ada tanda-tanda kehidupan. Jaman paleozoikum (kehidupan tertua) Jaman ini berlangsung sekitar 340 juta tahun, keadaan bumi masih belum stabil dan masih terus berubah. Akan tetapi menjelang akhir dari jaman ini mulai ada tanda-tanda kehidupan yaitu dari hewan bersel satu, hewan kecil yang tidak bertulang belakang, jenis ikan, amfhibi, reptil dan beberapa jenis tumbuhan ganggang. Karena itulah maka jaman ini dinamakan pula dengan jaman primer (jaman kehidupan pertama). Jaman mesozoikum (kehidupan pertengahan) Jaman ini di perkirakan berlangsung sekitar 140 juta tahun, pada jaman ini kehidupan telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pohon-pohon besar muncul, amfhibi mengalami perkembangan, bahkan jenis reftil mencapai bentuk yang sangat besar sekali seperti dinosaurus, tyrannosaurus, brontosaurus, atlantosaurus. Ada pula jenis reftil yang memiliki sayap dan dapat terbang selama berjam-jam, jenis ini dinamakan dengan pteranodon. Jaman ini dinamakan jaman sekunder (kehidupan ke-2), adapula yang menyebut jaman ini dengan istilah jaman reftil, karena jenis hewan di dominasi oleh reftil, karena jenis hewan didominasi oleh reftil dengan bentuk yang sangat besar. Pada akhir jaman ini mulai muncul jenis mamalia. Jaman neozoikum (kehidupan muda) Jaman ini diperkirakan berlangsung sekitar 60 juta tahun, jaman ini terbagi lagi menjadi jaman tersier (kehidupan ke-3) dan quarter (kehidupan ke-4). Pada jaman ini keadaan bumi telah membaik, perubahan cuaca tidak begitu besar dan kehidupan berkembang dengan pesat. Jaman tersier Pada jaman tersier, reftil raksasa mulai lenyap, mamalia berkembang pesat, mahluk primata sejenis kera mulai ada kemudian muncul jenis orang utan sekitar 10 juta tahun yang lalu muncul jenis hewan primata yang lebih besar dari pada gorila sehingga disebut giganthropus. Hewan ini menyebar dari Afrika ke Asia Selatan, tetapi kemudian punah. Pada masa itu pulau Kalimantan masih bersatu dengan benua Asia, sebagai buktinya jenis babi purba (choeromous) dari jaman ini ditemukan pula di Asia Daratan. Jaman quarter Berlangsung sekitar 600 ribu tahun, ditandai dengan adanya tanda-tanda kehidupan manusia. Jaman ini terbagi atas jaman diluvium (pleistocen) dan jaman alluvium (holocen). Jaman diluvium berlangsung sekitar 600 ribu tahun yang lalu, mulai muncul kehidupan manusia purba. Jaman ini dinamakan pula jaman glacial (jaman es) karena es di kutub utara mencair sehingga menutupi sebagian wilayah Eropa Utara, Asia Utara dan Amerika Utara. Pada masa ini Sumatera, Jawa, dan Kalimantan masih menyatu dengan daratan Asia, sedangkan Indonesia Timur dengan Australia. Mencairnya es di kutub telah mengakibatkan pulau-pulau di Indonesia dipisahkan oleh lautan baik dengan Asia maupun Australia. Bekas daratan Asia yang sekarang menjadi dasar laut disebut Paparan Sunda, sedangkan bekas daratan Australia yang terendam air laut disebut Paparan Sahul, kedua paparan tersebut dipisahkan oleh Zone Wallace. Pada masa ini hewan-hewan yang berbulu tebal seperti mamouth (gajah besar berbulu tebal ) mampu bertahan hidup. Sedangkan yang berbulu tipis migrasi ke wilayah tropis. Perpindahan hewan dari daratan asia ke Indonesia terbagi atas dua jalur. Pertama melalui Malaysia ke Sumatra dan Jawa, kedua melalui Taiwan, Philipina ke Kalimantan dan Jawa. Pada jaman ini terjadi pula perpindahan manusia dari daratan Asia ke Indonesia , yaitu pitechanthropus erectus (ditemukan di Trinil) yang sama dengan sinanthropus pekinensis. Demikian juga dengan hasil kebudayaan Pacitan yang banyak ditemukan di Cina , Malaysia , Birma. Homo wajakensis yang menjadi nenek moyang bangsa Austroloid ikut pula menyebar dari Asia ke selatan sampai ke Australia dan menurunkan penduduk asli Australia yaitu bangsa aborigin Jaman alluvium , pada masa ini kepulauan Indonesia telah terbentuk dan tidak lagi menyatu dengan Asia maupun Australia. Jenis manusia pertama yang migrasi dari Asia ke Indonesia telah tidak ada dan digantikan oleh jenis manusia cerdas (homo sapiens). B. Kronologis Perkembangan Biologis Manusia Purba Indonesia Kehidupan manusia pra sejarah dapat di ketahui melalui berbagai fosil . berdasarkan penelitian manusia tersebut telah memiliki kemampuan untuk mengembangkan kehidupan walaupun masih sangat sederhana dan kemampuan berfikir terbatas. Berikut ini beberapa penemuan fosil manusia purba di Indonesia Meganthropus Paleo Javanicus Artinya manusia Jawa tertua yang berbadan besar, yang hidup di Jawa sekitar 2-1 juta tahun silam. Manusia ini mempunyai ciri biologis berbadan besar, kening menonjol, tulang pipi tebal, rahang besar dan kuat, makanan utamanya adalah tumbuhan dan buah-buahan, hidup dengan cara food gathering (mengumpulkan makanan ). Ralph von Koenigswald menemukan fosil dari rahang bawah manusia jenis ini di Sangiran (lembah Bengawan Solo) pada 1941. Pitechanthropus Diartikan dengan manusia kera, fosilnya paling banyak ditemukan di Indonesia. Mereka hidup dengan cara food gathering dan berburu. Pitechanthropus terbagi kedalam beberapa jenis yaitu: pitechanthropus mojokertensis, robustus, dan erectus. Pitechanthropus mojokertensis fosilnya ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1936, dalam bentuk tengkorak anak-anak berusia 5 tahunan di Mojokerto (lembah Bengawan Solo). Hidup sekitar 2,5 – 2,25 juta tahun lalu. Ciri – ciri biologisnya antara lain: muka menonjol kedepan, kening tebal dan tulang pipi yang kuat. Pitechanthropus robustus, fosilnya ditemukan oleh Wiedenreich dan Koenigswald di Trinil (Ngawi, Jawa Timur) 1939. Ciri biologisnya hampir sama dengan pitechathropus mojokertensis, bahkan Koenigswald menganggapnya masih dari jenis yang sama. Pitechanthropus erectus, (manusia kera berjalan tegak), fosilnya ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil (Ngawi, Jatim) pada 1890. Mereka hidup sekitar 1 juta sampai 600 ribu tahun yang lalu. Ciri biologisnya bertubuh agak kecil, badan tegap, pengunyah yang kuat, volume otak 900 cc, kemampuan berfikir masih rendah, menurut pendapat teuku jakob, manusia ini telah bisa bertutur. Homo Jenis homo soloensis, fosilnya ditemukan antara 1931 -1934 oleh Von Koenigswald, di sepanjang lembah Bengawan Solo. Homo soloensis diperkirakan hidup antara 900-200 ribu tahun lalu. Ciri biologis diantaranya bentuk tubuh tegak, kening tidak menonjol. Menurut Koenigswald, jenis ini lebih tinggi tingkatannya dari pitechanthropus erectus. Homo wajakensis, fosilnya ditemukan oleh Rietschoten dan Dubois antara tahun 1888-1889 di desa Wajak (Tulung Agung ). Ciri biologisnya: tinggi mencapai 130-210 cm, berat badan sekitar 30 – 150 kg, volume otak sampai dengan 1300cc. Mereka hidup dengan makanan yang telah dimasak walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana. C. Periodisasi Perkembangan Budaya pada Masyarakat Awal Indonesia Berdasarkan Bukti Arkeologi Berdasarkan arkeologi (ilmu yang mempelejari peninggalan purbakala dari manusia pra sejarah ). Perkembangan budaya manusia Indonesia dapat digolongkan menjadi beberapa periode yaitu periode jaman batu (batu tua, batu tengah, batu muda, dan jaman logam (perunggu) ). Jaman Batu Paleolithikum (batu tua) Ciri dari jaman ini adalah peralatan buat dari batu masih kasar dan belum diasah. Alat dari batu ini dibuat dengan cara membenturkan batu yang satu dengan yang lainnya, pecahan batu yang menyerupai kapak kemudian mereka gunakan sebagai alat. Cara hidup manusia pada jaman palleolithikum adalah: nomad dalam kelompok kecil , tinggal dalam gua atau ceruk karang, berburu. Mengumpulkan makanan (food gathering) . Menurut Teuku Tacob, bahasa sebagai alat komunikasi telah ada dalam tingkat sederhana. Berdasarkan tempat penemuannya, jaman palleolithikum terbagi atas kebudayaan Pacitan dan Ngandong. Kebudayaan Pacitan, peralatan yang dihasilkan adalah kapak genggam, alat penetak (chopper), ditemukan oleh Koenigswald 1935. Selain di Pacitan, alat – alat tersebut ditemukan pula di beberapa daerah seperti : Sukabumi (Jabar), Parigi, Gombong (Jateng) , Lahat (Sumsel), Lampung, Bali, Sumbawa, Flores, Sulsel. Alat-alat tersebut ditemukan pada lapisan yang sama dengan ditemukannya fosil pitechanthropus erectus. Kebudayaan Ngandong, peralatan yang ditemukan adalah flakes (alat serpih) berupa pisau atau alat penusuk. Disamping itu ditemukan pula peralatan dari tulang dan tanduk. Berupa belati, mata tombak yang bergerigi, alat pengorek ubi, tanduk menjangan yang diruncingkan dan duri ikan pari yang diruncingkan. Alat-alat tersebut ditemukan pula di daerah lain seperti di Sangiran dan Sragen (Jateng). Manusia pendukung kebudayaan Ngandong adalah homo soloensis dan homo wajakensis, karena ditemukan pada lapisan tanah yang sama dengan peralatan kebudayaan Ngandong. Mesolitihkum (batu tengah) Ciri dari jaman ini adalah peralatan dari batu yang telah diasah bagian yang tajamnya. Jaman ini merupakan peralihan dari palleolithikum ke neolithikum. Yang menarik dari jaman messolithikum adalah ditemukannya tumpukan sampah dapur yang kemudian diberi istilah kjokkenmoddinger dan abris sous roche oleh penelitinya yaitu Callenfels (dijuluki bapak pra sejarah). Kjokkenmoddinger adalah tumpukan kulit kerang dan siput yang telah membatu, banyak dijumpai di pinggir pantai. Sedangkan abris sous roche adalah tumpukan dari sisa makanan yang telah membatu di dalam gua. Cara hidup messolhitikum adalah sebagian masih food gathering dan berburu tetapi sebagian telah menetap dalam gua dan bercocok tanam sederhana (berladang) menanam umbi-umbian. Telah pula menjinakan hewan dan menyimpan hewan buruan sebagai langkah awal untuk berternak. Mereka telah membuat gerabah, mengenal kesenian dalam bentuk lukisan di dinding gua (lukisan gua) ketika mereka telah menetap. Lukisan tersebut berupa gambar telapak tangan berlatar belakang warna merah, gambar babi rusa yang tertancap panah (di Gua Leang-leang – Sulsel), penelitinya dilakukan oleh Heekren Palm, 1950 di gua pulau Muna , ditemukan berbagai lukisan manusia, kuda, rusa, buaya, anjing. Di Maluku dan Papua, lukisan gua dalam bentuk gambar cap tangan, kadal, manusia, burung, perahu, mata, matahari. Jaman messolithikum terbagi atas 3 kelompok budaya : kebudayaan fleks, (fleks culture), kebudayaan pebble (pebble culture ), kebudayaan tulang (bone culture). Kebudayaan ini didukung oleh manusia dari jenis Papua Melanesoid yang berasal dari Indo-Cina. Fleks culture, peralatan berupa alat serpih yang telah ada jaman palleolithikum , menjadi sangat penting pada jaman messolithikum, sehingga memunculkan corak tersendiri. Terutama setelah mendapatkan pengaruh dari budaya daratan. Dua orang peneliti berkebangsaan Swiss (Fritz Sarasin dan Paul Sarasin ) antara 1893-1896, melakukan penelitian di Sulsel, dan berhasil menemukan fleks. Peralatan sejenis juga ditemukan di daerah lain yaitu Bandung (fleks dari obsidian yaitu batu hitam yang indah), Flores, NTT dan Timor. Flakes culture merupakan pengaruh dari Asia Daratan yang masuk ke Indonesia melalui jalur timur yaitu Jepang, Taiwan, Philipina, Sulawesi. Pebble culture, peralatan berupa kapak genggam Sumatera (pebble), kapak pendek (hacte curte), batu penggiling, pisau, Callenfels pada 1925, melakukan penelitian di pesisir Sumatera dan menemukan peralatan di atas bersama kjokkenmoddinger. Pebble culture merupakan pengaruh dari kebudayaan bacson hoabinh (Indo-Cina) yang masuk ke Indonesia melalui jalur barat yaitu Malaka dan Sumatera. Bone culture, penelitian dilakukan oleh Callenfels 1928-1931 di Ponorogo. Peralatan tersebut ditemukan bersama dengan abris sous roche di gua-gua. Ditemukan pula fosil dari jenis manusia Papua melanesoide, yang merupakan nenek moyang orang Papua (Irian). Peralatan dan fosil sejenis di temukan pula di besuki dan Bojonegoro. Neolhitikum (batu muda) Ciri jaman batu muda adalah pemakaian peralatan dari batu yang telah diasah halus karena telah mengenal teknik mengasah. Pada jaman ini terjadi revolusi kehidupan (perubahan dari kehidupan nomad dengan food gathering menjadi menetap dengan food producing) . Cara hidup pada jaman neolithikum adalah hidup menetap, bertempat tinggal dekat sumber air, food producing (menghasilkjan makanan dari bercocok tanam dan berternak walaupun berburu masih dilakukan terutama pada waktu senggang), membuat rumah bertonggak dengan atap dari daun-daunan membuat kain dari kulit kayu (ditemukan pemukul kulit kayu), membuat perahu atau rakit, membuat perhiasan dari batu-batu kecil indah. Menurut penelitian Kem mereka berkomunikasi dengan menggunakan bahasa melayu Polinesia. Pada akhir jaman ini telah dikenal kepercayaan dalam bentuk animisme (kepercayaan tentang adanya arwah nenek moyang yang memiliki kekuatan gaib ) dan dinamisme (kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap memilki kekuatan gaib). Mereka percaya bahwa setelah mati ada kehidupan lain sehingga diadakanlah berbagai upacara terutama bagi kepala sukunya. Mayat yang dikubur disertai dengan berbagai macam benda sebagai bekal di alam lain. Dan sebagai peringatan maka dibangunlah berbagai monumen (bangunan) yang rutin diberi sajian agar arwah yang meninggal (leluhur) melindungi dan memberikan kesejahteraan bagi sukunya. Pada jaman ini pembuatan gerabah memegang peranan penting sebagai wadah atau tempat dalam kehidupan sehari-hari. Adapula gerabah yang digunakan untuk keperluan upacara dan gerabah yang dibuat dengan indah baik bentuk maupun hiasannya. Berdasarkan peralatannya kebudayaan jaman neolitihkum di bedakan menjadi kebudayaan kapak persegi dan kapak lonjong berasal dari heine geldern berdasarkan kepada penampang yang berbentuk persegi panjang dan lonjong. Kebudayaan kapak persegi, kebudayaan kapak persegi berasal dari Asia Daratan yang menyebar ke Indonesia melalui jalur barat melalui Malaka, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusatenggara. Terdapat kapak persegi ukuran kecil (digunakan sebagai fungsi kapak) dan yang ukuran besar (digunakan sebagai fungsi beliung atau cangkul). Di beberapa daerah ditemukan bekas-bekas pusat kerajinan kapak persegi seperti di Lahat (Palembang), Bogor, Sukabumi, Purwakarta, Tasik (Jabar), Pacitan (Jatim). Kebudayaan kapak persegi didukung oleh manusia proto melayu (melayu tua ) yang migrasi ke Indonesia menggunakan perahu bercadik sekitar 2000 sm. Yang merupakan keturunan ras melayu tua adalah suku Sasak, Toraja, Batak dan Dayak. Di Minahasa (Sulut ) ditemukan kapak bahu, sejenis kapak persegi diberi leher untuk pegangannya. Kebudayaan kapak lonjong, ukuran kapak lonjong ada yang besar (walzenbeli) dan kecil (kinbeli), sering di sebut dengan istilah neolith papua karena penyebarannya terbatas di Irian saja oleh bangsa papua melaneside. Dari peralatan yang ditemukan, baik kapak persegi maupun kapak lonjong dibuat dari batu api (chalcedon), terdapat pula kapak yang tidak terdapat tanda-tanda bekas dipakai dalam bentuk yang indah (sebagai alat berharga, lambing kebesaran atau jimat). Jaman Logam Jaman perunggu Kebudayaan perunggu di Asia Tenggara merupakan pengaruh dari kebudayaan dongson, yang berkembang di Vietnam, Geldern berpendapat bahwa kebudayaan dongson berkembang paling muda sekitar 300 sm pendukung kebudayaan perunggu adalah bangsa Deuteuro Melayu (melayu muda) yang migrasi ke Indonesia sambil membawa kebudayaan dongson. Keturunannya adalah Jawa, Bali,Bugis, Madura, dll. Bahkan ditemukan beberapa bukti bahwa telah terjadi pembaruan antara melayu monggoloide (proto melayu dengan deuteuro melayu) dan papua melaneside. Ciri jaman perunggu adalah pemakian peralatan dari logam yang dikembangkan melalui tehnik bivalve (rangkap) dan a cire perdue (cetak lilin). Namun bukanlah berarti setelah itu peralatan dari batu dan gerabah ditinggalkan karena masih terus dipergunakan bahkan sampai sekarang. Ciri kehidupan pada jaman perunggu adalah telah terbentuk perkampungan yang teratur dipimpin oleh kepala suku atau ketua adat, tinggal dalam rumah bertiang yang besar yang bagian bawahnya dijadikan tempat ternak, bertani (berladang dan bersawah) dengan system irigasi sehingga pengairan tidak selalu bergantung kepada hujan. Telah terdapat pembagian kerja berdasarkan keahlian sehingga munculah kelompok undagi (tukang yang ahli membuat peralatan logam). Mereka telah menguasai ilmu astronomi (untuk kepentingan pelayaran dan pertanian ) dan membuat perahu bercadik. Beberapa hasil budaya pada jaman perunggu adalah kapak corong (kapak sepatu), candrasa (kapak corong yang salah satu sisinya memanjang), terdapat candrasa dan kapak corong yang indah dan tidak ada tanda-tanda bekas digunakan. Nekara (seperti dandang tertulungkup), moko (nekara yang lebih kecil), terdapat berbagai perhiasan seperti garis lurus, piln-pilin, binatang, rumah, perahu, lukisan orang berburu, tari dan lukisan orang cina (monggol). Selain itu mereka membuat bejana perunggu (berbentuk seperti periuk yang gepeng) dengan hiasan indah (dalam bentuk garis dan burung merak). Arca perunggu berupa arca (ditemukan di Bangkinang – Sulsel, Bogor-Jabar, dan Riau ) perhiasan perunggu seperti gelang, kalung, anting, dan cincin. Kebudayaan megalithikum (batu besar) Disebut kebudayaan batu besar karena pada umumnya menghasilkan kebudayaan dalam bentuk monumen yang terbuat dari batu berukuran besar. Kebudayaan ini muncul pada akhir jaman neolhitikum, tetapi perkembangannya justru terjadi pada jaman perunggu (kebudayaan dongson). Hasil-hasil dari kebudayaan megalithikum memberikan petunjuk kepada kita mengenal perkembangan kepercayaan, terutama pemujaan terhadap arwah nenek moyang, yang memang telah muali nampak pada akhir jaman neolithikum berikut ini adalah hasil-hasil budaya megalhitikum: Menhir, tugu batu yang terbuat dari batu tunggal, yang berfungsi sebagai tanda peringatan dan melambangkan arwah nenek moyang sehingga menjadi bendapemujaan , menhir banyak ditemukan di Pasemah, Lahat, Sungai Talang Koto (Sumatera), Nagada (Flores). Dolmen, meja batu tempat sesaji, ada dolmen yang disangga oleh menhir dan ada pula yang digunakan sebagai penutup keranda atau sarchopagus, yang demikian dinamakan dengan pandhusa. Sarcophagus (keranda), peti mati tempat penyimpanan mayat yang berbentuk lesung terbuat dari batu utuh yang diberi tutup. Di Bali ditemukannya keranda yang berisi tulang belulang manusia, barang perunggu serta manik-manik. Kubur batu, peti mayat yang dipendam di dalam tanah berbentuk persegi panjang dengan ke empat sisinya di buat dari lempengan – lempengan batu. Ada pula yang disebut waruga, yaitu kubur batu yang berbentuk bulat. Kubur batu banyak ditemukan di Kuningan (Jabar), Pasemah (Sumatera), Wonosari (Yogja) dan Cepu (Jateng). Punden berundak, bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang berupa susunan batu bertingkat. Banyak ditemukan di Banten, Garut, Kuningan, Sukabumi (Jabar). Dalam perkembangan selanjutnya, punden berundak merupakan dasar dalam pembuatan candi, bangunan keagamaan maupun istana. Selain itu ditemukan pula hasil budaya megalithikum dalam bentuk patung atau arca manusia yang menggambarkan wujud nenek moyang atau arca binatang. Banyak ditemukan di daerah Pasemah (Sumatera), sementara di di Lembah Bada (Sulteng) ditemukan patung manusia (laki-laki dan perempuan). Selamat membaca sobat blogger.....