Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tentang cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Mei 2013

~Jangan Ada Penyesalan~

Kita tidak perlu mencari alasan. Mengapa mencintai. Biarkan cinta tumbuh sendirinya. Alasan apapun kita tak tahu kita cinta. Tidak perlu ada penyesalan. Pada cinta tidak bersahabat. Hapuskan nama yang telah tersiksa. Mulailah hidup baru dengan harapan. Saat bertemu dengannya. Katakan aku tak peduli. Saat dirinya pergi. Katakan atas nama cinta ku menanti. Hapus airmata demi ketegaran. Jangan tangisi kepergiaannya. Tangisi dengan bahagiamu. Kau pernah memiliki cintanya walau raga tak termiliki. Mungkin Tuhan menginginkan bertemu. Dan bercinta dengan orang yang salah. Tapi kita harus mengerti. Bagaimana berterimakasih atas Kurnia-NYA itu.

KABUT

Kabut tipis diketinggian gede pangrango Melukiskan kisah tentang sekeping hati Yang terpisah jarak yang terentang Mencipta rindu yang tak pernah hilang Kusibak kabut yang menghalangi langkahku Mencoba mencari bunga abadi yang terhampar Bagaikan cinta sejati yang tak pernah layu Walaupun waktu tlah berlalu menjauh Di antara bunga-bunga abadi Kutemukan kuncup mawar merah yang merekah Menciptakan setitik harapan yang membuncah Mungkinkah jumpa kan terjadi?

DIMANAKAH MATAHARIKU?

Ku berjalan tanpa henti Di keheningan malam yang dingin itu Tanpa tau arah dan tujuan ku terus melangkah Dengan hati penuh harapan harapan ku begitu menggebu hingga dinginnya malam yang sungguh dingin dan menusuk di dalam tulang-tulangku.. aku masih mampu melangkah itu semua hanya untuk kau hanya untuk bertemu kau yang ku puja selama ini.. sosok wanita yang telah lama tak jumpa sosok wanita yang mengisi relung hati yang kosong ini.. sosok wanita yang mampu meluluhkan hati ini… sang rembulan kini telah tertidur seraya sang mentari muncul dengan sinarnya yang indah yang sinarnya mampu menghangatkan tubuh ini… kini aku gelisah.. kini aku gundah dimana kini kau berada? Tanpa jawaban kau pergi! Tidakkah kau tau aku disini menanti Jawabmu Karena walupun itu Jawaban yang menyayat hati Aku akan terima Namun,yang ku mau sekarang Bertemu denganmu lagi.. Bercanda,tertawa bersamamu lagi Karena Hari-hari terasa layu dan sepi tanpamu

HARAPAN YANG TERPENDAM

Malam begitu syahdu Malam begitu indah Ketika engkau disisi Menatap kilauan bintang-bintang bersama denganmu Ditengah angkasa nan luas.. Andai salah satu bintang itu jatuh Ingin ku berharap.. Inginnya aku menjagamu Inginnya aku selalu disisimu… Selalu di sampingmu… Selalu pula bisa menatapmu.. Ohk..malam ini begitu dingin.. Namun kau di sini Di sampingku? Hingga rasa dingin di tubuh ini sirna.. Ku inginkan engkau juga menghangatkan hati ini… Hati yang sekian lama Beku tak mencair Dan ku berharap ku dapat memilikimu Seutuhnya duhai gadis dambaan hatiku..

KASIH APA KAU MERASAKAN APA YANG KURASA

Dari selembar kertas aku bertanya? Dari seuntai nada aku berkata Andai malam ini Aku sudah thag akan melihat dirimu lagi Izinkanlah aku berkata kepadamu Wahai sayangku.. Malam mengalunkan angin seraya kau pergi, Meningalkan aku disini… Kau pergi untuk menjalankan tugasmu.. Tugas unuk mewangikan negara ini kasih… Wahai kau pahlawan di hatiku.. Doa yang melantun dari bibir merah ini Semua terangkai untukmu kasih… Kasih,,cepatlah kembali kasih.. Karena aku thag mampu Jika dimalam-malm sepi seperti ini Dikau thag ada lagi disisiku.. Kasih sungguh aku sangat merindukan dirimu..

RESAHKU

Malam ini semua tampak semu Purnama yang dulu cerah mencerahkan hatiku Kini berubah menjadi purnama yang kelabu.. Jika aku memang tak pernah ada lagi dihatimu Tinggalkanlah aku kasih Sungguh sakit diri ini menanggung rindu yang kian lama seperti menusuk kalbu ini… sudah sekian lama kau tak kunjung datang sudah sekian hari-hari kulewati dengan tetesan air mata berharap kau segera datang dan ku dapat memelukmu melepaskan rindu yang menjerat jiwa ini kasih,, walupun semuanya berakhir dan tak seindah janji yang terukir di bibir merah itu

MENANTI JAWABAN

Dingin,pilu,sedih Tak seorang mengerti aku Tentang dia yang ku sayang.. Jauh sudah aku melaju Melaju tanpa henti Untuk bisa temukan jawaban? Jawaban yang mungkin katakana ku dapati/? Mengapa? Mengapa?Kau ingin pergi dari kota ini Kota kenangan kita Mengapa kau pergi? Mengapa pertemuan ini begitu singkat? Mengapa ku di pertemukan Jika akhirnya kau akan pergi Mengapa harus berjumpa Bila berakhir dengan kepedihan Kepada siapa ku bertanya? Semua membisu! Kini ku hanya dapat merelakanmu.. Merelakan mu pergi tanpa ku tahu jawaban hatimu

hingga

Hingga detik ini Hingga hari ini Hingga bulan ini bahkan Aku masih menyayangimu Aku masih mencintaimu Aku masih menyukaimu Walaupun.. Waktu telah berlalu begitu lamanya dan aku tlah dimiliki orang lain Tapi cintaku.. Cintaku untukmu takkan pernah lekang oleh waktu Cintaku takkan kubri untuk orang lain slain dirimu Cintaku abadi hanya untuk dirimu Cintaku bukanlah ia yang memiliki Karena..Hanya kau yg ada dihati ini Hanya namamu yg sudah terukir abadi Hanya dirimu yg sanggup menenangkan hati yg galau ini Hanya kau..tak ada lagi yang lain

Sabtu, 04 Mei 2013

mawar

mawar mawar yang dulu aku puja kini telah pergi kini dia telah layu disini aku mulai kesepian karna bunga pujaanku telah layu aku mulai menata semangatku yang baru aku mulai semangat untuk hidup dan dengan seiring berjalannya waktu aku mulai menemukan bunga mawar yang laen bunga yang masih kuncup namun sudah menampakkan keindahannya ingin rasanya aku memtiknya untuk singgah di hatiku namun ketakutanku akan keadaan yang tak dapat aku hindarkan lagi aku hanya bisa menyimpan rasa ini di dalam hati kecilku dan mencoba mendekatinya dan memetik cintanya

Setapak jalan gelap

setapak jalan gelap pada malam ini bulan tak menampakkan sinarnya keadaan dimuka bumi ini terlihat sangat gelap didepan mataku teelihat setapak jalan gelap kumenapaki jalan itu sendiri dengan membawa luka perih ini amat dan amat sangat perih diperjalananku itu tak terasa air mataku menetes secara perlahan mengalir dengan lembut menyusuru jalan yang telah dicipatakan sang ilahi ya allah.... berilah keterangan dijalan yang gelap ini aku ingin tersenyum aku ingin bahagia tanpa ada rasa sakit di relung detak jantungku aku tak ingin kecewa karna cinta untuk yang Kesekian kalinya

Rabu, 01 Mei 2013

Aku Tanpa Mu

Seperti burung yg terbang dengan satu sayap Mampu melintas awan. tapi dengan rasa sakit yg tak tertahan Seperti gelap malam yang hanya di temani bulan, tanpa bintang. Tanpa rasi yg membentuk gugusan-gugusan indah Mampu temani jiwa-jiwa sepi meski tanpa keindahan sempurna Seperti mentari yg kekurangan cahaya Tak mampu menghangatkan meski mampu tuk sedikit menerangi Seperti aku yang kehilangan setengah nyawa Masih mampu berdiri meski raga terlalu rapuh Terselip segumpal luka dalam senyumku Kehilangan yang teramat perih, perih, sangat perih Tersiksa batin, tersiksa hati, tersiksa seluruh jiwa-jiwaku.

Kerinduan

Di sekelip cemasku yang mendalam Terselip kerinduan yang mendalam Pada gelisahku yang kian gusar Cemburu di hatiku mulai terbakar Cemas dengan ketiadaanmu Rindu akan kehadiranmu Gelisah menanti kedatanganmu Cemburu tak menentu Duhai kau insan tersayang Jauh pergimu ke tanah seberang Menyisakan bayangmu dalam bingkai kenang Akankah engkau segera pulang ? Cemasku membias curiga Cemburuku kian membara Sedang rinduku mengharap Semua itu hanya prasangka Wahai insan tercinta Bilakah kau rasa apa yang kini ku rasa Ketika tanpamu waktuku berlalu hampa Adakah kan datang suatu masa untuk kita kembali bersua.

Akuilah Cinta

Kita tahu kita percaya bahwa rasa itu tumbuh sekian lama dan bernaung di dalam hati menunggu detik agar mewujudkanya menjadi kata, kalimat, lalu suara Aku tak peduli bila ruang harus menyekat cinta dan aku mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di ujung hari Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun ruang masih saja menyekat cinta dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di serambi taman surga Aku tak peduli bila langit menggulung mendungnya dan menghujam bumi dengan ribuan bintik lalu laut mengamuk menyapu karang yang tegar tanah terkuak menenggelamkan harapan-harapan besar dan akhirnya tuhan menyeru kepada malaikat maut untuk bertebaran menyayat ribuan jiwa Selelah apapun mataku mencari wujudmu selelah apapun telinga meraba udara mencari suaramu selelah apapun kaki berjalan, mengukir jejak mengejar bayangmu apapun yang kau lakukan bagaimanapun kau menolaknya cinta akan tetap berada disana menunggumu mengakui keberadaannya kau dan aku tahu itu Kita begitu berbeda dalam semua kecuali dalam cinta

Jangan Buang Waktuku

Terlalu lama aku menunggu Ungkapan isi hatimu Namun kau tak pernah mau tau Kau hanya diam membisu Jika memang kau tak cinta aku Janganlah buang waktuku Lelah ku ikuti inginmu Tapi kau tak peduli dngan perasaanku Ku tak mau terus mengalah Lebih baik aku menyerah Ku tau cinta tak bisa di paksa Tapi mengapa kau tak jujur saja Dari awal kita bersama Kalo memang di hatimu tak pernah ada rasa Untuk aku yg mencoba setia Sakit rasanya... Bila cinta tak terbalas cinta

tabir

Aku coba ungkap tabir ini Kisah antara dirimu dan aku Yang telah terpisahkan oleh ruang dan waktu Yang telah membuatmu tersudut untuk menunggalkanku Aku telah merasa kehilangan Kehilangan cintamu yang telah lama hilang entah kemana Tak pernah kurasa kau pergi jauh karena salahku Yang tak pernah menganggap kehadiranmu ada Asmara telah memisahkan kita berdua Yang telah mengingatkanku pada dirimu Bahwa cinta kasihmu telah merasuk kedalam jantungku Sejujurnya aku tak pernah bisa Hidup tanpa ada dirimu Seandainya kamu bisa, mengulang kembali cerita tentang kita Tak akan pernah aku sia-siakan dirimu untuk yang ke tiga kalinya

LUKA YANG AMAT PEDIH

Aku termanung didaun jendela kamarku melihat keatas bibirku bergumam Betapa indah masa laluku yang telah membawaku menuju kebahagiaan Tetapi apa daya seiring berjalannya waktu semua akan berjalan seperti yang dulu Seperti yang aku harapkan Seperti yang aku inginkan Seperti yang aku dambakan yaitu menemukan cinta di depan pintu kesedihan ini Gemuruh dan halilintar mulai bersahutan Mulai beradu suara untuk mulai memperlihatkan kejantananmu Kilat berhamburan keluar ruas langit Untuk menyaksikan suara itu bersamaku yang masih termenung termangu di daun jendela ini Perlahan tapi pasti air mulai menetes dan Menyusuri lekuk dari wajahku Kali ini aku benar-benar menangis Meratap Mengapa hal ini harus terjadi kepadaku Apa salahku ? Apa dosaku ?

Cinta yang Tak Pasti

mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti mungkin aku tak sengaja jg menyakiti andai aku tau isi hatimu andai kesempatan itu datang lagi padaku sekarang mustahil bagiku bahkan menyentuh bayangmu, aku tak mampu sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku aku tau cinta ini sudah tak laku tapi biarkan cinta ini aku miliki biarkan cinta ni menjadi bebanku aku tak peduli meski menghambat jalanku aku tau mencintaimu adalah tak pasti

Nyanyian Sukma

Di dasar relung jiwaku Bergema nyanyian tanpa kata; sebuah laguyang bernafas di dalam benih hatiku, Yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, Namun bukan menyentuh bibirku. Betapa dapat aku mendesahkannya? Aku bimbang dia mungkin berbaur dengan kerajaan fana Kepada siapa aku akan menyanyikannya? Dia tersimpan dalam relung sukmaku Kerna aku risau, dia akan terhempas Di telinga pendengaran yang keras. Pabila kutatap penglihatan batinku Nampak di dalamnya bayangan dari bayangannya, Dan pabila kusentuh hujung jemariku Terasa getaran kehadirannya. Perilaku tanganku saksi bisu kehadirannya, Bagai danau tenang yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan. Air mataku menandai sendu Bagai titik-titik embun syahdu Yang membongkarkan rahsia mawar layu. Lagu itu digubah oleh renungan, Dan dikumandangkan oleh kesunyian, Dan disingkiri oleh kebisingan,Dan dilipat oleh kebenaran, Dan diulang-ulang oleh mimpi dan bayangan, Dan difahami oleh cinta, Dan disembunyikan oleh kesedaran siang Dan dinyanyikan oleh sukma malam. Lagu itu lagu kasih-sayang, Gerangan ‘Cain’ atau ‘Esau’ manakahYang mampu membawakannya berkumandang? Nyanyian itu lebih semerbak wangi daripada melati: Suara manakah yang dapat menangkapnya? Kidung itu tersembunyi bagai rahsia perawan suci, Getar nada mana yang mampu menggoyahnya? Siapa berani menyatukan debur ombak samudra dengan kicau bening burung malam? Siapa yang berani membandingkan deru alam, Dengan desah bayi yang nyenyak di buaian? Siapa berani memecah sunyi Dan lantang menuturkan bisikan sanubari Yang hanya terungkap oleh hati? Insan mana yang berani melagukan kidung suci Tuhan?

Madah Cinta Satu Harapan

Wahai….sayang ku! Adakah engkau mendengar suara ku ini? Adakah engkau mendengar keluhan hati ku ini? Adakah englau mendengar jeritan jiwaku ini...? Sedangkan engkau jauh dari ku… Jauh dirantauan orang…! Wahai….manis ku! Apa yang harus ku katakkan pada mu? Ketika engkau tiada disisi ku Seribu kerinduan telah membakar diri ku Seribu penyesalan telah melanda diri ku Seribu kenangan menyerang diri ku..! Tanpa mu Siapalah aku..! Wahai…sayang ku! Tahukah engkau… Betapa diriku ini Sentiasa gelisah menanti kepulangan mu Betapa diriku ini Sentiasa terbayang senyuman manis mu Betapa hatiku ini Merasa kekosongan tanpa kehadiran mu Betapa diriku ini Merayu mengharap kepulangan mu! Wahai ….sayang ku! Maafkan daku… Wahai…sayang ku! Kembalilah kepada ku..!

cinta

Inginku Milikku Dirimu.. Terlalu lama ku pendam Semua rasa ini padamu Kini ku sudah tak tahan Ku ingin kau tau semua.. Aku lebih dulu mencintaimu Aku lebih dulu mengenalmu Bukannya dia.. Cinta itu harus diungkapkan Cinta itu harus memiliki Tak kan kulepaskan dirimu Memang tinggi egoku Namun.. ingin ku miliki dirimu.. Demi cinta yang t`lah lama ku pendam Demi mengganti semua pengorbanan Yang t'lah ku lakukan untukmu Kau harus jadi milikku..