Senin, 06 Mei 2013

Bentuk-bentuk Penyimpangan Sosial

a. Penyimpangan primer Penyimpangan primer adalah penyimpangan sosial yang bersifat temporer atau sementara dan hanya menguasai sebagian kecil kehidupan seseorang. Ciri-ciri: Bersifat sementara. Gaya hidupnya tidak didominasi oleh perilaku menyimpang. Masyarakat masih mentolerir/menerima. Contoh penyimpangan primer adalah siswa tidak mengenakan seragam lengkap saat upacara, siswa tidak mengerjakan tugas,dan sebagainya. b. Penyimpangan sekunder Penyimpangan sekunder adalah perbuatan yang dilakukan secara khas memerlihatkan perilaku menyimpang dan secara umum dikenal sebagai orang yang menyimpang, karena sering melakukan tindakan yang meresahkan orang lain. Adapun ciri-ciri penyimpangan sekunder adalah: Gaya hidupnya didominasi oleh perilaku menyimpang. Masyarakat tidak bisa mentolerir perilaku tersebut. Contoh penyimpangan sekunder adalah semua bentuk tindakan kriminalitas, seperti curanmor, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. c. Penyimpangan kelompok Penyimpangan kelompok merupakan penyimpangan yang dilakukan secara kolektif dengan cara melakukan kegiatan yang menyimpang dari norma masyarakat yang berlaku. Misalnya komplotan perampok. d. Penyimpangan individu: Penyimpangan individu merupakan bentuk penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang dengan melakukan tindakantindakan yang tidak sesuai norma-norma yang telah mapan dan nyata-nyata menolak norma tersebut. Misalnya pencurian yang dilakukan seorang diri. Sifat-Sifat Penyimpangan a. Penyimpangan positif Penyimpangan yang mempunyai dampak positif karena mengandung unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya alternatif. Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang didambakan meskipun cara yang dilakukan nampak menyimpang dari norma yang berlaku. Misalnya seorang ibu terpaksa menjadi penarik becak demi menghidupi keluarganya. b. Penyimpangan negatif Penyimpangan yang cenderung bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan berakibat buruk. Misalnya tindakan kejahatan/kriminal. Faktor-faktor yang Memengaruhi Terbentuknya Perilaku Menyimpang Keluarga yang broken home Pelampiasan rasa kecewa Keinginan untuk dipuji Proses belajar yang menyimpang Dorongan kebutuhan ekonomi Pengaruh lingkungan dan media massa Ketidaksanggupan menyerap norma budaya Adanya ikatan sosial yang berlainan Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang Akibat kegagalan dalam proses sosialisasi Sikap mental yang tidak sehat Teori-teori Penyimpangan Sosial a. Teori differential association, oleh Edwin H. Sutherland E. H. Sutherland mengemukakan bahwa penyimpangan bersumber pada pergaulan yang berbeda b. Teori Labelling (pemberian julukan), oleh Edwin M. Lemert E. M. Lemert mengemukakan bahwa seseorang telah melakukan penyimpangan pada tahap primer, tetapi masyarakat kemudian menjuluki sebagai pelaku menyimpang, sehingga pelaku meneruskan perilaku menyimpangnya dengan alasan kepalang basah. c. Teori Fungsi, oleh Emile Durkheim Emile Durkheim mengemukakan bahwa tercapainya kesadaran moral dari semua anggota masyarakat karena faktor keturunan, perbedaan lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Ia menegaskan bahwa kejahatan itu akan selalu ada, sebab orang yang berwatak jahat pun akan selalu ada. Menurut Emile Durkheim kejahatan diperlukan agar moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal. d. Teori Merton, oleh Robert K. Merton R. K. Merton mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan bentuk adaptasi terhadap situasi tertentu. 5 (lima) tipe adaptasi yang termasuk penyimpangan sosial Inovasi, yaitu perilaku mengikuti tujuan yang ditentukan masyarakat tetapi memakai cara yang dilarang oleh masyarakat Ritualisme, yaitu perilaku seseorang yang telah meninggalkan tujuan budaya, namun masih tetap berpegang pada cara-cara yang telah digariskan masyarakat. Pengunduran/pengasingan diri (retreatisme), yaitu meninggalkan baik tujuan konvensional maupun cara pencapaian yang konvensional sebagaimana dilakukan oleh para pelaku penyimpangan sosial. Pemberontakan (rebellion), yaitu penarikan diri dari tujuan dan cara-cara konvensional yang disertai upaya untuk melembagakan tujuan dan cara baru. Konformitas, yaitu perilaku mengikuti tujuan dan cara yang ditentukan oleh masyarakat untuk mencapai tujuan tersebut. Media Pembentukan Perilaku Menyimpang Keluarga Kelompok bermain Media massa Lingkungan tempat tinggal UPAYA PENCEGAHAN PENYIMPANGAN SOSIAL 1. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Keluarga Melalui keluargalah kepribadian seseorang terbentuk. Keluarga sebagai peletak dasar terbentuknya kepribadian seseorang sangat berperan besar dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi usaha pencegahan terhadap segala bentuk perilaku menyimpang. Adapun bentuk-bentuk upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga antara lain: Melalui penanaman nilai-nilai dan norma agama Menciptakan hubungan yang harmonis dalam keluarga Keteladanan orang tua 2. Upaya Pencegahan Penyimpangan Sosial dalam Masyarakat Melalui pertemuan dalam lingkup RT para warga saling mengungkapkan perlunya menjaga keteraturan sosial dan melakukan peringatan jika ada hal-hal yang dianggap menyimpang Menciptakan suasana yang kondusif bagi terbentuknya keteraturan sosial. Memasang peringatan atau ajakan agar warga selalu tetap menjaga keteraturan sosial, Peran serta media massa untuk menyiarkan hal-hal yang seharusnya dilakukan oleh masyarakat dan hal-hal yang seharusnya dihindari Peran serta kaum pemuka agama untuk menanamkan kesadaran kepada para pengikutnya agar menjalankan ajaran sesuai dengan nilai dan norma agama dalam kehidupan sehari-hari. Peran serta sekolah sebagai institusi pendidikan untuk menerapkan tata tertib dilengkapi sanksi dan tindakan tegas bagi siswa yang melanggarnya.

Tidak ada komentar: