Rabu, 01 Mei 2013

PUISI SEDIH

Hingga sampai saat itu menjelang Aku mencintainya sepenuh hati Amat merinduinya meski telah pergi Ku hanya ingin bertatap Walau hanya sekejap Namun itu takkan mungkin terjadi Tidakkah seharusnya rasa ini telah mati Dan sirna dari hati ini... Namun dia tetap bertahta di palung sanubari... Memang Seharusnya Begitu: Maafkan aku yang memang redup... tak pantas mengharap kemuliaan seorang bidadari sepertimu Apabila engkau menutup pintu dan tak memberi seberkas cahaya, tak apa Memang seharusnya begitu... Dan kiranya aku merangkak dan kau tak melihatku, tak apa Memang di luar sana benyak pujangga yang sanggup menuliskan ribuan sajak untukmu Dan aku hanya memetik bunga violet dari taman depan Di luar sana banyak saudagar yang sanggup mempersem bahkan villa mewah untukmu Dan aku hanya bisa membangun gubuk di desa... Pun rembulan walau ia tak bertemu mentari ia tetap memberikan cahayanya Dan rembulan dengan senang hati memantulkannya kembali demi bumi agar tidak gelap Dimanakah Perasaanmu: Seakan duri merobek hatiku Hancurkan jiwaku Musnahkan semua tawa dihatiku Mengapa kau lakukan ini padaku Mengapa kau tinggalkanku saat aku membutuhkan kamu Andai engkau tau Sakit hati ini saat kau tinggalkan cintaku yang tulus ini Hanya untuk seorang yang tak pernah mencintaimu Dimanakah perasaanmu??? Saat kau ucap kata lupakan aku Sungguh kau bukan manusia bagiku Kau Ucap Kata Yang Sama...

Tidak ada komentar: