semoga blog ini bisa menjadi inspirasi teman teman sekalian....!!!! bila ada yang di butuhkan silahkan di copas,,,,,!!!!!!!!! THANKS
Senin, 06 Mei 2013
Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional yaitu:
- Nilai barang dan jasa yang dihasilkan oelh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) ang
dihitung berdasarkan nilai pasar
- Jumlah balas jasa yang diterima pemilik faktor produksi karena penggunaan faktor produksi untuk
menghasilkan barang dan jasa dalam satu periode tertentu (satu tahun)
- Jumlah pengeluaran nasional untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan
Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP) yaitu:
Nilai barang dan jasa yang dihasilkan seluruh warga masyarakat (termasuk warga negara asing) di dalam suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun dinyatakan dalam jumlah uang.
Produk Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Product yaitu
Seluruh nilai produksi barang dan jasa dinyatakan dalam jumlah uang yang dihasilkan masyarakat suatu negara baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negri dalam kurun waktu satu tahun ( hasil produksi perusahaan asing/warga negara asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut tidak dihitung)
PNB = PDB + PFPN
Jika PDB lebih besar dari PNB maka penanaman modal asing (PMA) lebih besar dari penanaman modal negara itu di luar negeri. Negara-negara berkembang biasanya PDB lebih besar dari PNB
PFPN (Pendapatan Faktor Produksi Neto), yaitu Selisih antara Pendapatan Faktor Produksi Neto dari Luar Negeri dikurangi Pembayaran Faktor Produksi Neto ke Luar Negeri
Produk Nasional Neto (PNN) atau Net National Product (NNP) yaitu
Jumlah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam periode tertentu, biasanya satu tahun setelah dikurangi penyusutan (depresiasi) dan penggantian barang modal (replacement)
PNN = PNB – (Penyusutan + Pengantian Barang Modal)
Pendapatan Nasional Neto (PNN) atau Pendapatan Nasional (PN) atau Net National Income (NNI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam kurun waktu satu tahun setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax)
Contoh pajak tidak langsung: pajak penjualan, pajak impor, bea ekspor, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM)
PN = PNN – Pajak tidak langsung + Subsidi
Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI) yaitu
Jumlah seluruh penerimaan masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat setelah dikurangi laba ditahan, iuran asuransi,iuran jaminan social, pajak perseroan dan ditambah transfer payment.
PI = PN – (Pajak perseroan + Laba ditahan + Iuran) + Transfer payment
Pendapatan disposibel atau Disposible Income (DI) yaitu
Pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan, penerimaannya setelah dikurangi pajak lansung
DI = PI – Pajak langsung
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
1. Pendekatan Pendatan (Income Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan penerimaan (balas jasa) dari faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa pada kurun waktu satu tahun.
Bentuk balas jasa dari faktor produksi :
Tenaga kerja – upah (gaji) atau wage (w)
Tanah – sewa atau rent (r)
Modal – bunga atau interest (i)
Kewirausahaan/pengusaha – laba (keuntungan) atau profit (p)
NI = w + r + i + p
2. Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh penge-luaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di suatu negara dalam satu tahun.
Pengeluaran yang dijumlahkan meliputi :
- Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan saat
ini (C)
- Pengeluaran pemerintah untuk membayar gaji PNS, membeli pera-latan, perbaikan jalan, pembelian
senjata, dll (G)
- Pengeluaran investasi atau pembentukan modal tetap domestik bruto berupa pembelian alat-alat
produksi, bangunan baru, pembangunan jembatan, jaringan irigasi, dll (I)
- Ekspor neto yaitu selisih antara ekspor dengan impor (X – M)
PDB = C + G + I + ( X – M)
3. Pendekatan Produksi (Production Approach)
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan nilai produksi barang dan jasa akhir (barang dan jasa jadi) selama satu tahun.
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh nilai produk jadi yang dihasilkan suatu negara selama periode tertentu
NI = estraktif + agraris + industri + niaga + jasa
NI = E + A + I + N + J
Contoh menghitung pendatan nasional
Jenis produksi
Nilai input
Nilai output
Nilai tambah
Kapas
Benang
Kain
Kemeja
0
5.000
7.500
12.500
5.000
7.500
12.500
20.000
5.000
2.500
5.000
7.500
45.000
20.000
Berdasar data di atas maka besarnya sumbangan empat jenis barang untuk pendapatan nasional sebesar Rp 20.000 (nilai tambah) bukan Rp 45.000 (nilai output)
Manfaat dan Tujuan Mempelajari Pendapatan Nasional
Manfaat mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1. sumber informasi bagi pemerintah untuk menilai efektivitas kebijakan yang telah diambil
2. menggambarkan jenis perkonomian dan strukturnya
3. membandingkan perekonomian antar negara/antar daerah
4. memperkirakan perubahan pendapatan riil
5. membandingkan perekonomian antar negara
6. membandingkan tingkat kemajuan ekonomi dari waktu ke waktu
7. merumuskan kebijakan pemerintah
Tujuan mempelajari penghitungan pendapatan nasional:
1. mengetahui perkembangan pendapatan dari tahun ke tahun
2. mengetahui struktur perekonomian suatu negara, apakah negara agraris atau negara industri
3. mengetahui kemajuan suatu negara dalam mencapai kemakmuran
4. mengetahui pertumbuhan perekonomian
Pendapatan per Kapita
Pendapatan per Kapita yaitu pendapatan rata-rata penduduk suatu negara
Variabel yang digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita yaitu:
- Produk Domestik Bruto (Pendapatan Nasional)
- Jumlah penduduk
Secara matematis pendapatan per kapita dihitung dengan rumus:
Pendapatan per Kapita = Produk Domestik Bruto (PBD)
Jumlah Penduduk
Manfaat penghitungan pendapatan per kapita:
1. tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu negara dari tahun ke tahun
2. data pernadingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain
3. pedoman pengambilan kebijakan di bidang ekonomi
4. perbandingan standar hidup suatu negara
5. bahan perencanaan pembangunan di masa yang akan datang
Hubungan Pendapatan Nasional (PN), Penduduk dan Pendapatan per Kapita (PP)
- Jika PN tinggi tetapi jumlah penduduk besar maka PP rendah
- Jika PN rendah tetapi jumlah penduduk kecil maka PP tinggi
- Jadi tinggi rendahnya PP dipengaruhi oleh Jumlah PN dan jumlah penduduk.
- Jumlah PN, jumlah penduduk dan besar PP merupakan tiga hal yang saling berhubungan.
Perbandingan Pendapatan per Kapita (PP)
Pengelompokkan negara berdasarkan PP oleh Bank Dunia
No
Kelompok Negara
Besar PP
1
2
3
4
Berpendapatan rendah (low income econo-mies)
Berpendapatan menengah bawah (lower middle income economies)
Berpendapatan menengah tinggi (upper middle income economies)
Berpendapatan tinggi (high income econo-mies)
≤ $765
$766 - $3.035
$3.036 - $9.385
≥ $9.386
Adab Berhias dalam Islam
Berhiaslah serapi mungkin dan wahar bagi suami untuk istrinnya dan istri untuk suaminnnya, bukan untuk yang lain. Jangan berlebihan, ingat bahwa perhiasan yang paling indah adalah wajah ceria dengan senyum yang ramah dari hati yang tulus.
Haram hukumnnya memasang tato, menipiskan bulu alis, memotong gigi supaya cantik dan menyambung rambut ( bersanggul ).Rasullullah SAW bersabda, “ Allah melaknanat wanita yang pemasang tato dan yang minta ditato, wanita yang menipiskan bulu alisnya dan yang meminta ditipiskan dan wanita yang meruncingkan giginya supaya kelihatan cantik, mengubah ciptaan Allah SWT.” “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnnya.” (Muttafaq ‘alaih).
Laki-laki, aturlah rambut, potonglah atau sisirlah, jangan menggelung maupun mengikatnnya waktu sedang shalat.
Panjangkan dan rapikan jenggot, potong dan rapikan kumis.
Silakan menyemir rambut, namung jangan menggunakan warna hitam.
Gunakan celak mata dengan bilangan ganjil untuk kesehatan saja.
Bagi wanita gunakan bedak dan alat kosmetik lainnya yang wajar, sederhana yang sesuai dengan kaadaan kulit. Jangan menggunkan yang mewah, tidak sesuai dengan kaadaan kulit, apa lagi yang berbagaya kerena mengandung bahan yang merusak meskipun bentuknnya sangat menarik.
Berceminlah dengan membaca do’a : doa ketika bercermin sqn “ Ya Allah sebagimana telah Engkau perindah bentukku maka perindahlah akhlakku “.
Jangan memangjangkan kuku, bagi laki-laki maupun wanita, sebab memotong kuku tiap jummat adalah sunnag para Nabi dan Rasul SAW.
Begitu pula gigi dan mata jagalah selalu kebersihanya, jangan sampai tetap melekat sisa makanan atau sesuatu lainnya.
Ingatlah bahwa Rasullullah SAW suka besiwak di setiap berwudhu, akan sholat, masuk rumah, bangun dari tidur, dan setiap terasa bau mulut berubah
5 Perbedaan Antara Nabi dan Rasul
Para ulama menyebutkan banyak perbedaan antara nabi dan rasul, tapi di sini kami hanya akan menyebutkan sebahagian di antaranya:
1. Jenjang kerasulan lebih tinggi daripada jenjang kenabian. Karena tidak mungkin seorang itu menjadi rasul kecuali setelah menjadi nabi. Oleh karena itulah, para ulama menyatakan bahwa Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- diangkat menjadi nabi dengan 5 ayat pertama dari surah Al-‘Alaq dan diangkat menjadi rasul dengan dengan 7 ayat pertama dari surah Al-Mudatstsir. Telah berlalu keterangan bahwa setiap rasul adalah nabi, tidak sebaliknya.
Imam As-Saffariny -rahimahullah- berkata, “Rasul lebih utama daripada nabi berdasarkan ijma’, karena rasul diistimewakan dengan risalah, yang mana (jenjang) ini lebih ringgi daripada jenjang kenabian”. (Lawami’ Al-Anwar: 1/50)
Al-Hafizh Ibnu Katsir juga menyatakan dalam Tafsirnya (3/47), “Tidak ada perbedaan (di kalangan ulama) bahwasanya para rasul lebih utama daripada seluruh nabi dan bahwa ulul ‘azmi merupakan yang paling utama di antara mereka (para rasul)”.
2. Rasul diutus kepada kaum yang kafir, sedangkan nabi diutus kepada kaum yang telah beriman.
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan bahwa yang didustakan oleh manusia adalah para rasul dan bukan para nabi, di dalam firman-Nya:
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ
“Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya”. (QS. Al-Mu`minun : 44)
Dan dalam surah Asy-Syu’ara` ayat 105, Allah menyatakan:
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ
“Kaum Nuh telah mendustakan para rasul”.
Allah tidak mengatakan “Kaum Nuh telah mendustakan para nabi”, karena para nabi hanya diutus kepada kaum yang sudah beriman dan membenarkan rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-:
كَانَتْ بَنُوْ إِسْرَائِيْلَ تَسُوْسُهُمُ الْأَنْبِيَاءُ كُلَّمَا هَلَكَ نَبِيٌّ خَلَفَهُ نَبِيٌّ
“Dulu bani Isra`il diurus(dipimpin) oleh banyak nab. Setiap kali seorang nabi wafat, maka digantikan oleh nabi setelahnya”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
3. Syari’at para rasul berbeda antara satu dengan yang lainnya, atau dengan kata lain bahwa para rasul diutus dengan membawa syari’at baru. Allah -Subhanahu wa Ta’ala- menyatakan:
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا
“Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang”. (QS. Al-Ma`idah : 48)
Allah mengabarkan tentang ‘Isa bahwa risalahnya berbeda dari risalah sebelumnya di dalam firman-Nya:
وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ
“Dan untuk menghalalkan bagi kalian sebagian yang dulu diharamkan untuk kalian”. (QS. Ali ‘Imran : 50)
Nabi Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menyebutkan perkara yang dihalalkan untuk umat beliau, yang mana perkara ini telah diharamkan atas umat-umat sebelum beliau:
وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمَ وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا
“Dihalalkan untukku ghonimah dan dijadikan untukku bumi sebagai mesjid (tempat sholat) dan alat bersuci (tayammum)”.(HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir)
Adapun para nabi, mereka datang bukan dengan syari’at baru, akan tetapi hanya menjalankan syari’at rasul sebelumnya. Hal ini sebagaimana yang terjadi pada nabi-nabi Bani Isra`il, kebanyakan mereka menjalankan syari’at Nabi Musa -’alaihis salam-.
4. Rasul pertama adalah Nuh -’alaihis salam-, sedangkan nabi yang pertama adalah Adam -’alaihis salam-.
Allah -’Azza wa Jalla- menyatakan:
إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَى نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ
“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang setelahnya”. (QS. An-Nisa` : 163)
Dan Nabi Adam berkata kepada manusia ketika mereka meminta syafa’at kepada beliau di padang mahsyar:
وَلَكِنِ ائْتُوْا نُوْحًا فَإِنَّهُ أَوَّلُ رَسُوْلٍ بَعَثَهُ اللهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ
“Akan tetapi kalian datangilah Nuh, karena sesungguhnya dia adalah rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik)
Jarak waktu antara Adam dan Nuh adalah 10 abad sebagaimana dalam hadits shohih yang diriwayatkah oleh Ibnu Hibban (14/69), Al-Hakim (2/262), dan Ath-Thobarony (8/140).
5. Seluruh rasul yang diutus, Allah selamatkan dari percobaan pembunuhan yang dilancarkan oleh kaumnya. Adapun nabi, ada di antara mereka yang berhasil dibunuh oleh kaumnya, sebagaimana yang Allah nyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 91:
فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
“Mengapa kalian dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kalian orang-orang yang beriman?”.
Juga dalam firman-Nya:
وَيَقْتُلُونَ النَّبِيِّينَ بِغَيْرِ حَقٍّ
“Mereka membunuh para nabi tanpa haq”. (QS. Al-Baqarah : 61)
Allah menyebutkan dalam surah-surah yang lain bahwa yang terbunuh adalah nabi, bukan rasul.
Nama-nama Malaikat dan Tugasnya Serta Perbedaan Malaikat dengan Manusia
Nama-nama Malaikat dan Tugasnya.
No Nama malaikat Tugas
1 Jibril Menyampaikan wahyu dan rahmad
2 Mikail Membagi rizky
3 Israfil Meniup sangkakala di hari kiamat (menurukan hujan dan angin)
4 Israil Mencabut nyawa hamba dan makhluk dibumi dan dilangit
5 Munkar Menanyaan amal baik dan buruk dialam barzakh (alam kubur)
6 Nakir Menanyaan amal baik dan buruk dialam barzakh (alam kubur)
7 Rakib Mencatat amal baik manusia di dunia
8 Atid Mencatat amal buruk manusia di dunia
9 Malik Menjaga api neraka
10 Ridwan Menjaga surga
Perbedaan Malaikat dengan Manusia
No Manusia Malaikat
1 Di ciptakan dari tanah langsung (adam AS) Diciptakan dari cahaya (nur)
2 Dicipatakan dari sari pati yang berasal dari tanah (Manusia) Malaikat diciptakan lebih awal dari Manusia
3 Diciptakan lebih zahir dari Malaikat Malaikat tergolong makhluk gaib
4 Manusia makhluk yang nampak (Zahir) Malaikat selalu taat kepada Allah SWT.
5 Manusia sebagian kafir kepada Allah SWT Malaikat tidak meniliki Hawa Nafsu
6 Manusia memiliki Hawa Nafsu Malaikat di ciptakan tidak memiliki pasangan dan kehali
pengertian HAsud, Aniaya , Riya' dan Deskriminasi
Hasud
Hasud didalam kamus mujid adalah berbentuk dari (Hasada) artinya telah mendengki (Hasud), menurut istilah adalah suatu perasaan marah (benci, tidak senang), pada keberuntungan orang lain dan ingin menghilangkannya.
Bahaya Hasud sebagai berikut.
1. Dapat menghapuskan amal kebajikan.
2. Putusnya tali persaudaraan antar sesama.
3. Timbulnya sifat kemunafikan.
4. Timbulnya sifat fasih.
5. Memiliki hati yang tidak bersih.
6. Terputusnya dari rahmat allah dan kebenaran.
7. Kegelisahan dalam diri dan hidup tidak tenang.
8. Menjerumuskan pelakukedalam perbuatan maksiat.
Riya
Riya menurut bahasa ialah sombong ,congkak ,bangga karena telah berbuat baik.
Sedangkan menurut istilah ialah suatu tindakan dan perbuatan seseorang dalam melakukan amal kebajikan yang bernilai ibadah disertai rasa sombong ,congkak ,bangga dan bertujuan untuk mendapat pujian dari orang lain bukan untuk mencari keridha’an Allah SWT.
Bahaya riya’ sebagai berikut :
1. Mudah terkena penyakit syirik.
2. Sumah (bangga diri).
3. Dibenci Allah SWT dan rasulnya.
4. Mudah jatuh kedalam perbuatan Maksiat.
5. Enggan untuk mengabdi kepada allah SWT.
6. Terputusnya pahala shalat.
7. Terputusnya ibadah lainnya.
Cara menghindarkan diri dari perbuatan Riya’ :
A. Bertakwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya.
B. Menjalankan apa-apa yang telah diperintahkan Allah SWT serta menjauhi apa yang di larang oleh Allah SWT.
C. Dalam melakukan ibadah makhdan/ibadah ritual kepada Allah SWT.
D. Hendaknya seseorang harus berfikir bahwasanya perbuatan Riya’ tidak mendapat pahala disisi Allah SWT karna itu dia harus menghindarinya.
Aniaya
Aniaya menurut bahasa ialah perbuatan bengis atau melakukan dengan sewenang-wenang sedangkan menurut istilah adalah suatu tindakan dan perbuatan seseorang melakukan perbuatan bengis sewenang-wenang terhadap diri sendiri maupun orang lain dengan tidakmengenal peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Perbuatan aniaya membahayakan diri sendiri maupun oranglain :
1 . terhadp diri sendiri :
A. Mendapat kerugian dan penyesalan baik adalah dunia maupun akhirat.
B. Tidak banyak memiliki teman, menipu diri sendiri.
C. Memiliki sifat munafik , fasik, sombong, penipu dan melakukan maksiat kepadaAllah SWT dan dapat menghilangkan kepercayaan orang lain kepada kita.
2. terhadap sesamanya :
A. Selalu membuat permusuhan terhadap orang lain.
B. Tidak menyesal jika orang lain mendapat karunia Allah SWT.
C. Dapat menghilangkan martabat kedudukan dan nyawa Orang Lain.
D. Tersebarnya fitnah , gibah, namimah dikalangan masyarakat sekitarnya.
Cara mengurangi :
A. Menghayati dan mengamalkan sifat-sifat Allah SWT dan AsmaulHusna
B. Selaluberusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT menyerahkan diri kepadanya
C. Selalu mengucapkan lafal-lafal tasbih, tahmid , tahlildan dan takbir kepadaAllah SWT setiap waktu.
D. Tidak putus asa dari rahmad allah SWT.
E. Selalu mendatangi majelis-majelis taklim dan majelis zikir dalam rangka takabur keadaAllah SWT.
F. Gemar mempelajari islam secara optimal.
G. Selalu ingatakan janji dan ancaman Allah SWT.
Deskriminasi
Menurut kamus besar bahasa indonesia ialah pembedaan pelaku terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi dan sebagainya)
Bahaya ;
1. Dapatmenimbulkan perpecahan dikalangan umat atau bangsa dan tidak adanya persatuan dikalanganmereka.
2. Dapat menimbulkan atau mendatngkn permusuhan dan perbuatan dosa diantara mereka.
3. Akan menghilangkan sifat kasih dan sayang di antra sesama.
Cara menghindari deskriminasi ;
1. Berusaha selalu mendekatkan diri kepada allah swt.
2. Berusaha selalumendapat sifattenggng rasaantarsesama manusia.
3. Berusaha selalu menghindari perbedaan pendapat.
4. Berusaha selalu menghilangkan “sifat” atau ”ego” yang terdapatpada diriseseorang.
5. Melihat orang-orang lain selalu bersifat simpati dan empati.
~Jangan Ada Penyesalan~
Kita tidak perlu mencari alasan.
Mengapa mencintai.
Biarkan cinta tumbuh sendirinya.
Alasan apapun kita tak tahu kita cinta.
Tidak perlu ada penyesalan.
Pada cinta tidak bersahabat.
Hapuskan nama yang telah tersiksa.
Mulailah hidup baru dengan harapan.
Saat bertemu dengannya.
Katakan aku tak peduli.
Saat dirinya pergi.
Katakan atas nama cinta ku menanti.
Hapus airmata demi ketegaran.
Jangan tangisi kepergiaannya.
Tangisi dengan bahagiamu.
Kau pernah memiliki cintanya walau raga tak termiliki.
Mungkin Tuhan menginginkan bertemu.
Dan bercinta dengan orang yang salah.
Tapi kita harus mengerti.
Bagaimana berterimakasih atas Kurnia-NYA itu.
rindu ibu
Ibu, engkaulah air mata dalam bahagiaku
Senandung rindu dalam sepiku
kekuatan hati dalam tangisku
Ibu,sesungguhnya ku tak sanggup berdiri
tanpa restu dari tanganmu
tanpa keihklasan dalam do'amu
Tanpa senyummu dalam dukaku
Ibu...
Aku ingin pulang
menangis dipelukmu
Langganan:
Postingan (Atom)